Megawati Sebut Survei Bukan Segalanya, tetapi Tetap Penting

Kompas.com - 21/08/2020, 18:02 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019). Kongres V PDI Perjuangan akan dibuka pada Kamis (8/8) dan rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019). Kongres V PDI Perjuangan akan dibuka pada Kamis (8/8) dan rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengingatkan para bakal calon kepala daerah yang nantinya terpilih tidak berubah menjadi seenaknya dan enggan turun langsung ke masyarakat.

Jika tidak, hal tersebut akan berpengaruh pada elektabilitas saat kembali mencalonkan diri di periode kedua.

Hal itu disampaikan Megawati saat membuka sekolah partai PDI-P secara virtual, Jumat (21/8/2020).

Baca juga: Megawati: 75 Tahun Merdeka, Masih Ada yang Pertentangkan Agama dan Pancasila

Ia menambahkan, biasanya pemimpin yang sudah jarang turun ke masyarakat elektabilitasnya merosot bila disurvei.

"Karena pasti sekarang orang kan lihat dengan survei. Meskipun saya selalu katakan survei bukan jaminan, survei hanya menjadi salah satu bagian untuk kita melihat, mendeteksi bagaimana orang ini jalankan tugasnya sebagai pemimpin di daerah masing-masing," kata Megawati.

"Kalau survei sudah rendah, bagaimana mau diangkat lagi?" lanjut dia.

Ia pun meminta para bakal calon kepala daerah mengikuti cara kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menurut Megawati, kepemimpinan Jokowi itu sangat ideal bila ingin menjadi sosok yang disukai masyarakat.

Untuk itu, ia mengingatkan para bakal calon kepala daerah yang diusung PDI-P tidak angkuh setelah terpilih.

Baca juga: Di Sekolah Partai PDI-P, Megawati Puji Risma dan Azwar Anas

Ia pun menginstruksikan para bakal calon kepala daerah untuk selalu blusukan jika sudah terpilih.

"Kita bisa melihat Bapak Joko Widodo dengan diusung PDI-P maka menjadi sebuah partai yang bisa mengangkat presidennya menjadi dua kali. Jadi jangan berkira kalau nantinya saudara-saudara yang telah menang, mulai keluar keangkuhan, kepongahan. Banyak saya lihat-lihat seperti itu terjadi," kata Presiden kelima RI itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X