YLKI: Laporan Konsumen Saat Pandemi Didominasi soal Harga Masker dan "Hand Sanitizer"

Kompas.com - 10/08/2020, 10:56 WIB
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/11/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKetua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/11/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi mengatakan pihaknya cukup banyak menerima pengaduan konsumen terkait harga masker, hand sanitizer dan obat-obatan di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Laporan itu diterima YLKI sejak Maret hingga Juli 2020.

"Memang dominan masalah mulai dari harga masker, hand sanitizer, dan obat-obatan. Itu menempati 33,30 persen ataupun rangking ke dua," kata Tulus dalam konferensi persnya, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas

Selain itu, angka pengaduan tertinggi yakni masalah pengembalian dan pengubahan jadwal penyewaan hotel atau transportasi sebesar 38,80 persen.

Kemudian ada juga laporan mengenai penumpukan orang di super market dan halte bus sebesar 5,50 persen.

Sedangkan pengaduan layanan kesehatan, penghapusan rute transjakarta masing-masing 2,70 persen.

"Masalah layanan kesehatan pun juga cukup lumayan ada 2,7 persen menyangkut masalah layanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan ataupun konsumen dan masyarakat yang ditolak rumah sakit karena alasan-alasan tertentu," ujarnya.

Terkait banyaknya pengaduan ini, Tulus berharap pihak terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bisa memberikan perhatian lebih terhadap masalah tersebut.

"Dan juga terkhusus pada Badan POM, kementerian kesehatan karena ini memang menyangkut masalah kesehatan di masa pandemi ini," ucap dia.

Baca juga: Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Diketahui, sejak awal kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia, sempat terjadi kelangkaan masker, hand sanitizer hingga vitamin.

Namun kini persediaan masker, hand sanitizer dan vitamin sudah kembali normal dan mudah ditemukan.

Bahkan banyak juga masyarakat yang mulai beralih menggunakan masker kain untuk mencegah penularan Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X