[POPULER NASIONAL] Peluru Tembus Dada Serma Wahyudi | Tenggat 2 Minggu untuk Jawa Timur Kendalikan Covid-19

Kompas.com - 26/06/2020, 06:20 WIB
Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI AD Denpal 1/4 Pekanbaru, saat menjalankan misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo. KOMPAS.COM/IDONSerma Rama Wahyudi, prajurit TNI AD Denpal 1/4 Pekanbaru, saat menjalankan misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Serma Rama Wahyudi, anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI TNI Konga XX-Q/Monusco, gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Serma Rama gugur setelah konvoi kendaraan yang ditumpanginya dihadang dan diserang secara mendadak oleh milisi bersenjata Allied Democratic Forces (ADF), Senin (22/6/2020).

Kabar tersebut menjadi berita yang paling banyak dibaca dan menjadi yang terpopuler di Kompas.com, kemarin.

Kabar selanjutnya yaitu terkait tenggat waktu yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan laju penularan kasus Covid-19.

Menurut Jokowi, diperlukan manajemen krisis, sehingga laju pertumbuhan kasus dapat diatasi dan angka positif Covid-19 dapat turun.

Berikut kabar selengkapnya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Peluru tembus dada Serma Rama Wahyudi

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco diketahui tengah melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut Agus Cahyono mengatakan, peristiwa itu terjadi saat rombongan tengah bertugas melakukan pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco.

Ketika perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan oleh kelompok bersenjata.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Ungkap Sebab Kematian akibat Covid-19 di IGD Naik 3 Bulan Terakhir

Menkes Ungkap Sebab Kematian akibat Covid-19 di IGD Naik 3 Bulan Terakhir

Nasional
Greysia-Apriyani Raih Emas, Pimpinan DPR: Terima Kasih, Kalian Luar Biasa

Greysia-Apriyani Raih Emas, Pimpinan DPR: Terima Kasih, Kalian Luar Biasa

Nasional
Wapres Ingatkan bahwa Kebijakan PPKM untuk Kendalikan Covid-19

Wapres Ingatkan bahwa Kebijakan PPKM untuk Kendalikan Covid-19

Nasional
Menkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Dibarengi Kenaikan di Pulau Lain

Menkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Dibarengi Kenaikan di Pulau Lain

Nasional
Panglima TNI Sebut Laptop Jadi Senjata Petugas Tracer Putus Penyebaran Covid-19

Panglima TNI Sebut Laptop Jadi Senjata Petugas Tracer Putus Penyebaran Covid-19

Nasional
Greysia/Apriyani Raih Medali Emas, Menlu: Kita Semua Bangga dengan Raihan Ini

Greysia/Apriyani Raih Medali Emas, Menlu: Kita Semua Bangga dengan Raihan Ini

Nasional
Jokowi: Kemenangan Greysia/Apriyani Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI

Jokowi: Kemenangan Greysia/Apriyani Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI

Nasional
Sidang Etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli, Dewas Diharapkan Tegas

Sidang Etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli, Dewas Diharapkan Tegas

Nasional
Saat Daerah Teriak Kekurangan Stok Vaksin...

Saat Daerah Teriak Kekurangan Stok Vaksin...

Nasional
Menkes: Pasien Covid-19 Wafat di RS Jadi Lebih Cepat, Kematian di IGD Naik

Menkes: Pasien Covid-19 Wafat di RS Jadi Lebih Cepat, Kematian di IGD Naik

Nasional
Menkes: Tolong Utamakan 140 Juta Rakyat yang Belum Divaksinasi

Menkes: Tolong Utamakan 140 Juta Rakyat yang Belum Divaksinasi

Nasional
Jokowi: Selamat dan Terima Kasih, Greysia/Apriyani!

Jokowi: Selamat dan Terima Kasih, Greysia/Apriyani!

Nasional
Sebut Skenario Terburuk 70.000 Kasus Per Hari, Menkes: Alhamdulillah Puncaknya Itu 57.000, Sekarang Mulai Turun

Sebut Skenario Terburuk 70.000 Kasus Per Hari, Menkes: Alhamdulillah Puncaknya Itu 57.000, Sekarang Mulai Turun

Nasional
Menteri PPPA: Kesulitan Ekonomi Jadi Modus Utama Iming-iming kepada Korban TPPO

Menteri PPPA: Kesulitan Ekonomi Jadi Modus Utama Iming-iming kepada Korban TPPO

Nasional
ICW Duga Pimpinan KPK Tak Mau Tangkap Harun Masiku

ICW Duga Pimpinan KPK Tak Mau Tangkap Harun Masiku

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X