Kompas.com - 19/06/2020, 15:30 WIB
Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid dalam diskusi di Jakarta, Selasa (29/8/2017) KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKoordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid dalam diskusi di Jakarta, Selasa (29/8/2017)
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemerdekaan berpendapat di Tanah Air saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan serius, yaitu permasalahan mudah tersinggung.

Akibatnya, setiap kali ada pihak yang berseberangan pendapat, secara tiba-tiba langsung dipolisikan.

Hal itu diungkapkan putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, saat dimintai tanggapan terkait kasus unggahan guyonan Gus Dur tentang polisi jujur oleh Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Akibat unggahan tersebut, Ismail pun sampai harus dibawa ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi. Meski pun pada saat ini polisi telah memastikan tidak ada proses hukum terhadap Ismail.

"Bagi kami, ini adalah peringatan untuk kita semua untuk Bangsa Indonesia secara umum," kata Alissa kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

"Bahwa salah satu elemen demokrasi yang paling dasar, fundamental demokrasi yang paling dasar adalah kebebasan berpendapat. Itu sekarang sedang berhadapan dengan sikap mudah tersinggung," imbuh dia.

Menurut dia, kasus yang menimpa Ismail adalah satu dari sekian banyak kasus serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagi contoh, ia mengatakan, beberapa waktu lalu ada jurnalis yang menulis dengan kaidah jurnalistik yang akuntabel dan disampaikan melalui kanal media yang resmi. Namun belakangan, jurnalis tersebut dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

"Atau ketegangan antar warga, misalnya, seseorang mengunggah kemarin terakhir ada ketegangan antara Dokter Tirta dengan seorang netizen, saya tidak tahu siapa, lalu ada ketersinggungan, lalu mau dibawa ke ranah hukum," ujarnya.

"Jadi problem kita jauh lebih besar dari humor Gus Dur yang sampai ke polisi kemarin itu. Tapi problem kemerdekaan berpendapat yang bergesekkan dengan perasaan mudah tersinggung," imbuh Koordinator Jaringan Gusdurian itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Nasional
Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Nasional
Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Nasional
Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Nasional
Anggota DPR: PCR Rp 275.000 Murah bagi Pejabat, Mahal untuk Masyarakat

Anggota DPR: PCR Rp 275.000 Murah bagi Pejabat, Mahal untuk Masyarakat

Nasional
Harga PCR Turun Jadi Rp 275.000, Asita Tetap Dorong Tes Rapid Antigen sebagai Syarat Perjalanan

Harga PCR Turun Jadi Rp 275.000, Asita Tetap Dorong Tes Rapid Antigen sebagai Syarat Perjalanan

Nasional
Kapolri Minta Perwira Jadi Pemimpin yang Melayani Anggota dan Warga

Kapolri Minta Perwira Jadi Pemimpin yang Melayani Anggota dan Warga

Nasional
Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Tajam di Sejumlah Negara

Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Tajam di Sejumlah Negara

Nasional
Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan Pemerintah agar Tak Bepergian Saat Libur Akhir Tahun

Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan Pemerintah agar Tak Bepergian Saat Libur Akhir Tahun

Nasional
Tarif Tes PCR Jadi Rp 275.000, Gakeslab: Reagen Teknologi Bagus Tak Masuk Harganya

Tarif Tes PCR Jadi Rp 275.000, Gakeslab: Reagen Teknologi Bagus Tak Masuk Harganya

Nasional
Kemenkes Ungkap Kasus Covid-19 di 24 Daerah Ini Belum Menurun

Kemenkes Ungkap Kasus Covid-19 di 24 Daerah Ini Belum Menurun

Nasional
Putusan Uji Materi UU Minerba, Jaminan Perpanjangan Izin Tambang Bertentangan dengan UUD 1945

Putusan Uji Materi UU Minerba, Jaminan Perpanjangan Izin Tambang Bertentangan dengan UUD 1945

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.