Menuju New Normal, Gugus Tugas Minta Pemda Bersiap Kembali Produktif

Kompas.com - 22/05/2020, 12:19 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Untuk menangani penyebaran virus COVID-19, Kantor Staf Presiden menyerahkan bantuan masker dan sarung tangan masing-masing sebanyak  1 juta buah yang diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 BNPB. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
NOVA WAHYUDIKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Untuk menangani penyebaran virus COVID-19, Kantor Staf Presiden menyerahkan bantuan masker dan sarung tangan masing-masing sebanyak 1 juta buah yang diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 BNPB. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menginginkan pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak Covid-19 dapat bersiap kembali produktif dan aman menuju normal baru atau new normal.

Dalam pertemuan secara virtual dengan sejumlah kepala daerah, Doni mengatakan, langkah tersebut harus diambil dengan merujuk pada data dan informasi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa vaksin untuk Covid-19 belum ditemukan.

"Sehingga Indonesia harus hidup berdamai dengan pandemi ini melalui new normal," kata Doni dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Pemkab Sumedang Mulai Bahas New Normal dan Pemulihan Sosial Ekonomi

Doni juga mengatakan, upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 tetap harus dilakukan dengan pemenuhan ekonomi masyarakat yang terus berjalan.

Ia meyakini penyelesaian masalah selama pandemi dapat diatasi dengan kepemimpinan yang kuat dari kepala daerah, sehingga masyarakat dapat bersatu menghadapi Covid-19 sekaligus terbebas dari masalah ekonomi.

"Kita yakin, kalau Bapak Ibu kepala daerah sekalian tetap mempertahankan kepemimpinan dengan baik, maka masyarakat tidak akan terpapar Covid-19 dan juga akan tidak terkapar karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," ujar dia.

Menurut Doni, hingga Jumat ini, terdapat 124 kabupaten/kota yang belum terdampak Covid-19.

Baca juga: Perusahaan Harus Bersiap Menghadapi New Normal di Lingkungan Kerja

Ia mengatakan, keberhasilan tidak adanya konfirmasi positif Covid-19 di daerah-daerah tersebut karena komitmen tinggi dan kerja sama masyarakat dan kepala daerah guna menghindari penularan virus.

Oleh karenanya, Doni menawarkan 124 kabupaten/kota tersebut untuk diberikan keleluasaan aktivitas dalam upaya mencegah penularan Covid-19 dan mengatasi permasalahan ekonomi.

"Kesempatan yang kami sampaikan ini hendaknya kami harapkan ada suatu kesanggupan dan kesediaan. Mana daerah yang bersedia untuk melakukan aktifitas yang lebih luas, di bidang produktivitas masyarakat, maka dalam waktu ke depan akan kami sampaikan kepada Presiden," ucapnya.

Lebih lanjut, Doni menyampaikan, pemerintah pusat membentuk Liaison Officer (LO) sebagai pendukung kepala daerah dalam menyelesaikan permasalahan Covid-19.

Baca juga: Kondisi New Normal, Kemenparekraf Prediksi Ekowisata akan Lebih Diminati

"Pada tiap provinsi telah diutus sejumlah LO, mohon kiranya bapak ibu sekalian bisa berkomunikasi dengan mereka, sehingga mereka akan melaporkan kepada Gugus Tugas pusat melalui direktorat yang berhubungan," tutur dia.

Selain itu, ia berharap, kebersamaan di antara Gugus Tugas pusat dan daerah dalam menanggulangi Covid-19 dapat berjalan optimal, sehingga dapat menyelematkan masyarakat dari ancaman pandemi.

"Kerja sama, kerja keras, tidak menyerah dan juga selalu fokus, tentunya akan menjadi kebahagiaan dan kebanggaan apabila kita bisa berhasil keluar dari masa-masa yang sulit ini," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X