Kompas.com - 18/05/2020, 17:00 WIB
Eks Dirut TVRI Helmy Yahya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Eks Dirut TVRI Helmy Yahya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembawa acara Helmy Yahya mengatakan, masyarakat akan mulai terbiasa dengan kebiasaan baru seiring dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Hal tersebut disampaikan Helmy dalam diskusi bertajuk "New Normal: Tatanan Hidup Covid-19" secara virtual, Senin (18/5/2020).

Helmy mencontohkan, kebiasaan lama masyarakat mulai dari bersalaman dengan orang lain dan bekerja di kantor akan mulai ditinggalkan dan muncul kebiasaan baru atau new normal.

"Kita sudah terbiasa dengan sesuatu kebiasaan baru, yang disebut dengan new normal, kita dulu terbiasa, kami orang Palembang kalau bertemu harus salaman, yang muda harus cium tangan, sekarang kan tidak. Cara kita berkantor, tidak apa-apa tuh tidak bertemu dalam satu kantor, enggak apa-apa," kata Helmy.

Baca juga: Penerapan New Normal, Masyarakat Dituntut untuk Bisa Beradaptasi

Helmy mengatakan, bekerja yang dilakukan di rumah mulai efektif bagi masyarakat karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan mengurangi kemacetan.

Menurut dia, bekerja di rumah lebih efektif karena bisa dilakukan melalui aplikasi meeting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita makin tahu ternyata bisa tuh, bekerja di rumah kadang lebih efektif, saya pernah satu hari melakukan 7 kali zoom meeting, dulu itu kan susah, harus ngumpulin orang ada yang terlambat, terjebak di lift sekarang, tidak ada lagi," ujar dia.

Kendati demikian, Helmy mengatakan, kebiasaan baru atau new normal itu akan merugikan bisnis pariwisata, restoran, dan bioskop.

Bahkan, akan berdampak pada para karyawan yang akan menerima gaji yang rendah.

"Target omzet tidak seperti dulu, ini jadi persoalan, kalau di bioskop sekali tayang 100 penonton, sekarang cuma 60 penonton, itu pun kalau penuh, dan akan terjadi penyesuaian tenaga kerja akan dibayar lebih murah, ya ditahun-tahun atau setalah corona ini, itu yang new normal," ucap dia. 

Baca juga: Ikuti Arahan Menteri BUMN, PT KAI Siapkan Skenario The New Normal

Helmy mengatakan, gaji yang diterima karyawan tersebut akan membuat daya beli rendah.

Namun, Helmy meminta masyarakat tidak mengeluh dalam kondisi sulit ini. Menurut dia, masyarakat harus bisa mengambil setiap peluang seperti berjualan secara online.

"Jangan mengeluh, karena tidak ada persoalan yang bisa selesai dengan mengeluh, semua orang punya persoalan dari negara, perusahaan sampai employee, upskilling sebanyak mungkin," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penggabungan Ganti Rugi di Kasus Juliari Ditolak, Korban Korupsi Bansos Covid-19 Ajukan Kasasi

Penggabungan Ganti Rugi di Kasus Juliari Ditolak, Korban Korupsi Bansos Covid-19 Ajukan Kasasi

Nasional
5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Nasional
ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

Nasional
Perpanjangan PPKM Level 4 Dinilai Rasional, Anggota DPR: Tekan Kasus atau Tidak, Kita Lihat Nanti

Perpanjangan PPKM Level 4 Dinilai Rasional, Anggota DPR: Tekan Kasus atau Tidak, Kita Lihat Nanti

Nasional
Risma Tegaskan Kemensos Hanya Salurkan Bansos Berdasarkan Data yang Diusulkan Pemda

Risma Tegaskan Kemensos Hanya Salurkan Bansos Berdasarkan Data yang Diusulkan Pemda

Nasional
Soal Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Jemaah Umrah, Kemenag akan Koordinasi dengan Kemenkes

Soal Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Jemaah Umrah, Kemenag akan Koordinasi dengan Kemenkes

Nasional
Menkes Minta Obat Covid-19 Tak Ditimbun dan Diberikan Sesuai Resep

Menkes Minta Obat Covid-19 Tak Ditimbun dan Diberikan Sesuai Resep

Nasional
Dua Terdakwa Korupsi di Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi di Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
Serma KKO (Purn) Samuri, Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya, Tutup Usia

Serma KKO (Purn) Samuri, Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya, Tutup Usia

Nasional
Mensos Risma Ungkap Pemerintah Awalnya Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir April 2021

Mensos Risma Ungkap Pemerintah Awalnya Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir April 2021

Nasional
Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 14 Hari, KJRI Jeddah Akan Diplomasi ke Saudi

Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 14 Hari, KJRI Jeddah Akan Diplomasi ke Saudi

Nasional
Kemenkominfo Ajak Humas Pemerintah Maksimalkan Medsos untuk Komunikasikan Program

Kemenkominfo Ajak Humas Pemerintah Maksimalkan Medsos untuk Komunikasikan Program

Nasional
Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Nasional
Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X