Kompas.com - 05/05/2020, 15:41 WIB
Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Uno menutup kegiatan rapid test di lapangan parkir RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran ditutup pada Rabu (29/4/2020) hari ini. Dok Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Uno menutup kegiatan rapid test di lapangan parkir RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran ditutup pada Rabu (29/4/2020) hari ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 yang digagas mantan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara terkait tagar #GoodByeSandiagaUno yang trending di Twitter pada Senin, (4/5/2020).

Tegar itu mencuat tak lepas dari keputusan Sandiaga Uno yang bergabung dalam Relawan Jokowi Mania dalam agenda pembagian paket sembako kepada para pemulung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020).

"Itu terlalu terhanyut di dalam dukung mendukung 01 02, saya yakin yang dulu itu adalah pendukung 02 enggak menginginkan bergabung (dengan) 01," ujar Wakil Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Khayatulmakky ketika dihubungi, Selasa (5/4/2020).

Baca juga: Duduk Perkara Sandiaga Uno Bersama Relawan Jokowi Mania Bagikan Sembako di Bantargebang

Khayat, sapaannya, menuturkan ada beberapa pihak yang tidak menginginkan Sandiaga sejalur dengan kelompok yang sebelumnya berlawanan dalam Pilpres 2019.

Menurut dia, tagar tersebut sebagai gambaran sikap sinisme terhadap Sandiaga yang telah mengambil keputusan untuk bersama-sama meredam penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, Khayat menduga tagar tersebut sempat tranding juga tidak lepas dari ulah akun robot yang tak diketahui siapa penggunanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang gerah hanya beberapa orang, tetapi mereka memiliki mesin, robot. Biasalah robot yang bicara enggak menginginkan Indonesia ini tenang, damai," kata dia.

Baca juga: Sandiaga: Ekonomi Bisa Dinego, Nyawa Rakyat Tak Ada Ruang Perdebatan!

Khayat menyebut, Sandiaga memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang lain.

Namun, pada dasarnya memiliki tujuan besar yang sama, yakni sama-sama membantu Indonesia menghilangkan pandemi Covid-19.

"Pak Sandiaga Uno memiliki pola pikir yang justru melebihi dari pada orang lain artinya mau merendahkan diri dalam rangka untuk kebersamaan umat, dalam rangka untuk membantu Indoensia kembali," terang dia.

Dikutip KompasTV, #GoodByeSandiagaUno menjadi trending di Twitter pada Senin, 4 Mei 2020 pagi.

Baca juga: Ini 5 Tips dari Sandiaga Uno untuk UMKM di Tengah Virus Corona

Tagar ini menjadi trending karena Mantan Cawapres di Pilpres 2019 ini bergabung dengan Ketua Relawan Jokowi Mania.

Sandiaga Uno membagikan sembako bersama Immanuel Ebenezer di TPA Bantargebang pada 2 Mei 2020.

Netizen twitter pun banyak berkomentar. Sebagian besar warganet yang men-tweet tagar itu mempersoalkan kehadiran Sandiaga Uno dalam acara Immanuel Ebenezer bagikan sembako di Bantargebang, Bekasi.

Para warganet itu kemudian mengungkap sejumlah 'dosa' Immanuel Ebenezer terhadap kelompok yang selama ini mendukung Sandiaga Uno.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Lembaga Keuangan Syariah harus Bisa Berjalan Sesuai Prinsipnya

@BERuan9_QuTuB: Immanuel Ebenezer penghina Reuni 212, melecehkan ulama, dan memfitnah Anies Baswedan soal batu dalam ambulance.

Dan kini papah @sandiuno bersama nya? Fix... #GoodbyeSandiagaUno #GoodbyeSandiagaUno

@demoSoCRAZY: Sy yakin banyak yg sakit hati melihat @sandiuno colab dgn si penghina Umat Islam si Immanuel Ebenezer ini.

Sementara itu, Sandiaga Uno mengatakan, pembagian sembako ini sebagai kolaborasi dari sejumlah pihak untuk meringankan warga terdampak Covid-19 sekaligus pada hari peringatan Hari Pendidikan Nasional.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Dugaan Penganiayaan, Polri Juga Pastikan Kasus Penistaan Muhammad Kece Berjalan

Proses Dugaan Penganiayaan, Polri Juga Pastikan Kasus Penistaan Muhammad Kece Berjalan

Nasional
PAN Masuk Lingkaran, Koalisi Jokowi di Simpang Jalan?

PAN Masuk Lingkaran, Koalisi Jokowi di Simpang Jalan?

Nasional
Periksa Anies Sebagai Saksi, KPK Dalami Soal Penyertaan Modal Program Rumah DP Rp 0

Periksa Anies Sebagai Saksi, KPK Dalami Soal Penyertaan Modal Program Rumah DP Rp 0

Nasional
Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Propam Periksa Kepala Rutan Bareskrim

Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Propam Periksa Kepala Rutan Bareskrim

Nasional
Satgas Minta Masyarakat Turut Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Satgas Minta Masyarakat Turut Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
OTT di Kolaka Timur, Ketua KPK: Tunggu Penyidik Bekerja

OTT di Kolaka Timur, Ketua KPK: Tunggu Penyidik Bekerja

Nasional
Pamer Penurunan Kasus Covid-19, Indonesia Berharap Ada Evaluasi Status Red List dari Inggris

Pamer Penurunan Kasus Covid-19, Indonesia Berharap Ada Evaluasi Status Red List dari Inggris

Nasional
Soal Kapal Selam Nuklir Australia, Menlu RI Sebut Sekjen PBB Ingatkan Potensi Perang Dingin

Soal Kapal Selam Nuklir Australia, Menlu RI Sebut Sekjen PBB Ingatkan Potensi Perang Dingin

Nasional
Mahfud Sebut Jokowi Restui Lahan Hasil Sitaan BLBI Dibikin Lapas

Mahfud Sebut Jokowi Restui Lahan Hasil Sitaan BLBI Dibikin Lapas

Nasional
Puspomad Segera Periksa Brigjen Junior Tumilaar Usai Bikin Surat Terbuka untuk Kapolri

Puspomad Segera Periksa Brigjen Junior Tumilaar Usai Bikin Surat Terbuka untuk Kapolri

Nasional
Pihak yang Ditangkap dalam OTT KPK di Kolaka Timur Masih Diperiksa

Pihak yang Ditangkap dalam OTT KPK di Kolaka Timur Masih Diperiksa

Nasional
Ketimpangan Akses Vaksin Sangat Lebar, Sekjen PBB: Dunia Bisa Sulit Keluar dari Pandemi Covid-19

Ketimpangan Akses Vaksin Sangat Lebar, Sekjen PBB: Dunia Bisa Sulit Keluar dari Pandemi Covid-19

Nasional
Mahfud Upayakan Amnesti Akademisi Korban UU ITE Saiful Mahdi Segera Keluar

Mahfud Upayakan Amnesti Akademisi Korban UU ITE Saiful Mahdi Segera Keluar

Nasional
OTT di Kolaka Timur, KPK Amankan Beberapa Pihak

OTT di Kolaka Timur, KPK Amankan Beberapa Pihak

Nasional
Kasus Covid-19 4.195.958, Pemerintah Perbolehkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun ke Mal

Kasus Covid-19 4.195.958, Pemerintah Perbolehkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun ke Mal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.