"Stay at Home Economy" Diprediksi Jadi Tren Masa Depan

Kompas.com - 28/04/2020, 16:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menilai, wabah Covid-19 akan mengubah tren berbelanja masyarakat, sekalipun telah berakhir nantinya.

"Masyarakat mengalami perubahan pola konsumsi, yang awalnya offline sekarang menjadi online," kata Teten di Graha BNPB Jakarta, Selasa (28/4/2020).

"Bahkan diprediksi 'stay at home economy' akan menjadi tren di masa yang akan datang," ujar Teten.

Baca juga: Paket Bansos Pemkot Bekasi Berisi Mi, Sarden, dan Produk UMKM

Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro dan koperasi untuk mengembangkan produk mereka secara daring.

Salah satu produk UMKM yang paling banyak dicari pada saat ini berdasarkan riset LPEM Universitas Indonesia, antara lain produk herbal, buah-buahan, sayur-sayuran serta produk natural lainnya yang baik untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Adapun produk lainnya yang juga mengalami peningkatan penjualan antara lain makanan praktis yang mudah diolah dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama seperti frozen food, rendang, dan bumbu-bumbuan.

"Hal ini sejalan dengan survei Nielsen, di mana 49 persen masyarakat menjadi lebih sering memasak di rumah," tutur Teten Masduki.

Baca juga: Alokasikan Stimulus Rp 150 Triliun, Pemerintah Akan Sasar UMKM

Kebiasaan selama berdiam di rumah itu juga membuat produk yang sering dibeli masyarakat juga bergeser.

Produk olahan kini menjadi favorit masyarakat.

"Jadi permintaan terhadap produk yang siap olah, praktis, seperti tadi frozen, sekarang banyak UMKM yang memproduksi makanan frozen, makanan kaleng yang tinggal dipanaskan (cukup tinggi)," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Nasional
Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Nasional
Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Nasional
Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Nasional
'Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19...'

"Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19..."

Nasional
Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Nasional
Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Nasional
Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Nasional
Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Nasional
UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

Nasional
Satgas: Berita Konspirasi Pengaruhi Peningkatan Kasus Covid-19

Satgas: Berita Konspirasi Pengaruhi Peningkatan Kasus Covid-19

Nasional
Pengunduran Diri Febri Diansyah Disayangkan Koleganya di KPK

Pengunduran Diri Febri Diansyah Disayangkan Koleganya di KPK

Nasional
Satgas: Penambahan Kasus Covid-19 Tinggi, Ini Terkait dengan Pilkada

Satgas: Penambahan Kasus Covid-19 Tinggi, Ini Terkait dengan Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X