Cegah Penularan Covid-19, Masyarakat Diimbau Gunakan Telemedicine untuk Konsultasi Medis

Kompas.com - 17/04/2020, 17:33 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengimbau masyarakat menggunakan teknologi telemedicine jika ingin berkonsultasi masalah kesehatan.

Hal itu bertujuan untuk menghindari kemungkinan penularan Covid-19. Pasalnya risiko penularan sangat tinggi ketika konsultasi medis dilakukan secara tatap muka atau datang ke rumah sakit.

"Ini ditujukan untuk mengurangi pergerakan menuju ke rumah sakit, yang sudah barang tentu akan meningkatkan risiko terjadinya penularan," kata Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: UPDATE: Kini Ada 5.923 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 407

Ia mengatakan, sudah banyak platform telemedicine yang disediakan, baik oleh pemerintah ataupun swasta.

Imbauan ini, lanjut Yuri, juga termasuk bagian dari arahan Presiden Joko Widodo terkait penanganan pandemi Covid-19.

"Oleh karena itu, kita harapkan semua masyarakat yang membutuhkan konsultasi medis, bisa menggunakan fasilitas ini dalam rangka untuk mengurangi resiko terpapar penyakit," ujar Yurianto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 19 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19, IDI Rekomendasikan Platform Telemedicine

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat yang sakit memanfaatkan berbagai aplikasi untuk berobat secara online (telemedicine).

Jokowi yakin cara ini dapat mengurangi risiko tenaga medis terinfeksi Covid-19.

"Tidak semua orang harus ke dokter atau ke rumah sakit atau ke puskesmas, tapi bisa lewat telemedicine sehingga mengurangi risiko pada tenaga medis," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (13/4/2020).

Hingga Jumat ini, total pasien positif Covid-19 mencapai 5.923 orang dan 31.211 orang negatif.

Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga semakin bertambah 59 orang. Sehingga total pasien sembuh mencapai 607 orang.

Kendati demikian, jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 juga masih bertambah sebanyak 24 orang. Total kasus meninggal dunia menjadi 520 orang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.