Mendikbud Nadiem Minta Pelajaran Bahasa Indonesia Fokus ke Literasi

Kompas.com - 03/04/2020, 18:28 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarin meminta proses belajar mengajar pelajaran Bahasa Indonesia fokus ke aspek literasi, bukan hanya gramatika.

Hal itu disampaikan Nadiem usai rapat bersama Presiden Joko Widodo tentang strategi Indonesia meningkatkan peringkat dalam Program for International Student Assessment (PISA) melalui sambungan konferensi video, Jumat (3/4/2020).

"Pelajaran Bahasa Indonesia harus fokus ke literasi, bukan gramatika dan kosakata. Tapi bagaimana konten pelajaran Bahasa Indonesia buku-buku yang menyenangkan, menarik, relevan untuk jenjang masing-masing siswa kita," ujar Nadiem.

Baca juga: Jokowi Minta Guru Fokus Mengajar, Tak Terbelit Urusan Administrasi

"Jadi bagaimana bisa cinta membaca, mencintai bacaan, persuasif verbal dan persuasif dari menulis. Itu yang mendorong angka literasi kita naik dan tentu bukan hanya dari buku tapi juga channel online," lanjut Nadiem.

Karenanya, ia meminta para guru menyiapkan strategi belajar mengajar dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang bisa membangkitkan ketertarikan anak untuk membaca dan menganalisa.

"Buku-buku yang digunakan sekolah selama ini fokus buku-buku paket pembelajaran dan kurikulum. Harus lebih penting lagi, mencintai membaca. Jadi konten harus fokus pada hal yang menyenangkan untuk murid-murid (melakukan) perubahan," papar Nadiem.

Baca juga: Rendah di PISA 2018, Nadiem Makarim Siapkan 5 Strategi Ini

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyinggung rendahnya kemampuan membaca para siswa Indonesia dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui sambungan konferensi video, Jumat (3/4/2020).

Jokowi menyatakan hal tersebut mengacu pada survei Program for International Student Assessment (PISA).

"Skor rata-rata PISA 2018 menurun di 3 bidang kompetensi dengan penurunan paling besar di bidang membaca. Kemampuan membaca siswa Indonesia dengan skor 371 di posisi 74, kemampuan matematika skor 379 di posisi 73, kemampuan sains skor 396 posisi 71," kata Jokowi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X