Mahfud Minta Bea Cukai dan Kemenkes Tak Persulit Masuknya APD Impor

Kompas.com - 23/03/2020, 17:03 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menjalani rapat melalui video conference yang terhubung langsung dengan Presiden Joko Widodo. Kemeko PolhukamMenko Polhukam Mahfud MD menjalani rapat melalui video conference yang terhubung langsung dengan Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta pegawai bea cukai dan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) tak mempersulit masuknya Alat Pelindung Diri (APD) dari luar negeri.

"Kita sudah menempatkan pegawai bea cukai di pelabuhan udara dan perlintasan darat dan laut agar tidak mempersulit masuknya barang-barang dari luar," ujar Mahfud melalui konferensi video, Senin (23/3/2020).

"Pun Kementerian Kesehatan juga diminta untuk membuat mekanisme yang lebih instan, yang lebih cepat," katanya.

Baca juga: PB IDI: Kami Butuh Banyak APD

Mahfud mengungkapkan, sebelumnya masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan alat kesehatan (alkes) maupun APD.

Berkaca dengan hal itu, pemerintah pun memutuskan bahwa kebijakan harus dipermudah agar bisa mengimpor logistik dari luar negeri.

Pasalnya, terang Mahfud, sebelumnya juga masyarakat mengeluhkan adanya faktor birokrasi di sektor Kemenkes dalam mendatangkan APD.

"Sekarang sudah ada jalur online yang bisa dipaket di situ untuk minta izin masuk jenis barang apa, biasanya bisa dilayani, ini boleh ini tidak boleh, itu kebijakannya," katanya.

Baca juga: Penjelasan Pemkot soal APD Penanganan Corona di Tangsel Belum Memadai

Mahfud menambahkan, situasi saat ini yang paling penting adalah bagaimana APD tersedia dan dapat dimanfaatkan di tengah wabah virus corona.

"Yang terpenting itu bagaimana mempermudah dan menyediakan dan menyampaikannya kepada masyarakat, jumlahnya itu tergantung kebutuhan," terang dia.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mendatangkan 8 ton lebih bantuan alat kesehatan dari China ke Indonesia. Adapun total bantuan yang diberikan China yakni sebanyak 12 ton.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X