Satgas Pangan Polri Sebut Gula dan Bawang Putih Langka

Kompas.com - 12/03/2020, 18:12 WIB
Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Tipideksus Bareskrim Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkapkan adanya kelangkaan dua komiditas bahan pangan saat ini. Satgas terus memonitor kelangkaan tersebut.  

"Terdapat kelangkaan dua barang, yaitu bawang putih sama gula," kata Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

Menurut Daniel, mewabahnya virus corona di dunia turut berkontribusi terhadap langkanya kedua komoditas tersebut.

Baca juga: Spekulan Mainkan Harga Bawang Putih, Satgas Pangan Cianjur Terjunkan Tim

Selain itu, menurutnya, kelangkaan bawang putih juga tak didukung dengan produksi dalam negeri. Sementara, masa panen gula mundur karena perubahan cuaca sehingga ketersediaannya jarang.

Maka dari itu, Polri berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga kedua bahan pangan tersebut.

Kementerian Pertanian menyerahkan dokumen untuk Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH).

Kemudian, Kementerian Perdagangan menindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI).

Baca juga: Satgas Pangan Bakal Tangkap Pedagang yang Naikkan Harga Seenaknya

"Itu akan butuh waktu kira-kira satu hingga dua minggu untuk realisasi datangnya barang bawang putih," tuturnya.

Selain bawang putih, Daniel menuturkan, SIP tersebut juga telah diterbitkan untuk sekitar 216.000 ton gula.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X