Penghitungan Sementara Pegadaian, Nilai Perhiasan Sitaan Terkait Jiwasraya Rp 250 Juta

Kompas.com - 03/03/2020, 19:43 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2028). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2028).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhiasan hasil sitaan Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diperkirakan bernilai sekitar Rp 250 juta.

Nilai tersebut berdasarkan penghitungan yang dilakukan pihak Pegadaian.

"Tim penyidik telah menerima pemberitahuan dari kantor pusat PT Pegadaian (persero) tentang taksiran nilai perhiasan yang disita sebesar Rp 250.650.000," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Jaksa Agung Tunggu Penghitungan BPK soal Kerugian Negara dalam Kasus Jiwasraya

Kendati demikian, Hari tidak merinci perhiasan apa saja yang dimaksud.

Kejagung menyita sejumlah perhiasan dari dua tersangka kasus Jiwasraya, yaitu mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan.

Dari kediaman Harry Prasetyo di kawasan BSD, Tangerang, Kejagung turut mengangkut 40 kotak berisi perhiasan dan jam tangan.

Kemudian, Kejagung menyita sejumlah cincin dan gelang dari kediaman Syahmirwan di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Penyitaan tersebut dilakukan Kejagung dalam rangka mengembalikan kerugian negara akibat kasus tersebut.

Kejagung sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus Jiwasraya.

Baca juga: Bertemu BPK, Kejagung Sinkronisasi Temuan soal Kasus Jiwasraya

Selain kedua tersangka, empat orang lainnya yaitu Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Terkait perkara di perusahaan pelat merah tersebut, Kejagung mengaku sudah memeriksa 144 saksi dan menggeledah 16 tempat.

Sejumlah aset para tersangka telah disita maupun diblokir. Berdasarkan perkiraan sementara Kejagung, total nilai aset yang disita sekitar Rp 11 triliun.

Penyitaan tersebut dalam rangka pengembalian kerugian negara yang menurut prediksi sementara Kejagung sekitar Rp 17 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X