WNI Positif Corona, Komisi IX Minta Pemerintah Perketat Akses Masuk

Kompas.com - 02/03/2020, 14:31 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah memperketat akses masuk ke Indonesia.

Hal ini disampaikan Saleh menanggapi dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus corona.

"Negara lain juga melakukan penjagaan ketat. Bahkan Arab Saudi pun sudah melarang penduduk negara-negara tertentu untuk umrah. Semestinya, Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama," kata Saleh ketika dihubungi wartawan, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Hingga Senin Siang, 136 Orang Dipantau dan 39 OrangDiawasi Terkait Virus Corona di DKI

Saleh mengaku, pihaknya mendapatkan komplain bahwa pemeriksaan di bandara tidak maksimal terkait penyebaran virus corona.

Oleh karenanya, ia meminta pemerintah serius dalam memperketat pintu-pintu masuk ke Indonesia.

"Saya mendapat komplain dari medsos. Katanya, pemeriksaan di bandara tidak maksimal. Alat yang digunakan sangat manual sekali. Tentu ini harus diseriusi pemerintah. Tidak boleh dianggap remeh," ujar dia.

Lebih lanjut, mengenai penanganan dua WNI positif corona, Saleh mengatakan, saatnya pemerintah membuktikan kesiapannya menghadapi virus corona dengan alat-alat yang diperoleh dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Pemerintah diminta untuk bersungguh-sungguh melakukan perawatan kepada dua orang yang terjangkit. Pemerintah harus membuktikan kalau Indonesia mampu merawat dan menyembuhkan mereka," pungkas dia.

Baca juga: Upaya Pencegahan Virus Corona, Akademisi UNS Kembangkan Jahe Merah

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa saat ini ada dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona.

Jokowi menjelaskan, dua WNI positif corona itu sempat kontak dengan warga negara Jepang yang terjangkit virus corona saat dia berada di Indonesia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X