Cerita Jokowi Akun Medsosnya Dibanjiri Iklan Penggemuk Badan...

Kompas.com - 27/02/2020, 11:31 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (26/2/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (26/2/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menilai, ekonomi digital Indonesia tumbuh dan berkembang. Hal ini berdasarkan pengamatannya di berbagai platform media sosial.

Jokowi menyebut, berbagai platform media sosial semisal Facebook, Twitter dan Instagram kerap digunakan warga untuk berjualan berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, makanan, hingga obat pemutih kulit dan peninggi badan.

"Bahkan di (kolom komentar) Instagram saya sendiri banyak yang nawari obat penggemuk badan," kata Jokowi ketika memberikan pidato kunci dalam acara Indonesia Digital Economy Summit yang digelar Microsoft di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Kunjungi UGM, Presiden Singapura Berharap Ada Kerja Sama di Bidang Ekonomi Digital

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut langsung disambut tawa para pelaku ekonomi digital yang memenuhi ruangan acara.

"Ini apa? Saya pikir ini laku atau tidak, tapi karena marketing begitu gencar, ya pasti laku, entah benar atau enggak barangnya," sambung dia.

Presiden Jokowi pun menilai bahwa cara promosi melalui kolom komentar di media sosial itu sangat kreatif.

"Itu sebuah kreativitas di dalam cara-cara berjualan. Dalam lingkup yang kecil-kecil dan kapasitas yang kecil, tapi banyak yang melakukan," kata dia.

Ia menyebut, sampai saat ini Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia. Pada tahun 2019 lalu, nilainya mencapai 40 Miliar Dolar AS atau Rp 560 Triliun.

Baca juga: Cara Jadi Generalis Spesialis untuk Jawab Tantangan Ekonomi Digital

"Dan diprediksi di tahun 2025 kita akan memiliki 133 miliar Dolar AS, silakan kalikan sendiri berapa triliun rupiah," ujar dia.

Presiden Jokowi menyebut, Indonesia juga mempunyai ekosistem startup teraktif di Asia Tenggara dan nomor 5 dunia setelah AS, India, Inggris, dan Kanada.

Ia berharap kedepannya ekonomi Indonesia bisa terus berkembang.

"Kita harus berada di depan dan bahkan yang terdepan," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X