Bangun Pabrik Baterai Lithium di Ibu Kota Baru, Luhut Sebut Indonesia Ingin Jadi Pemain Global

Kompas.com - 26/02/2020, 13:40 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Dialog Indonesia bertema Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara, yang diselenggarakan Kompas di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinMenko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Dialog Indonesia bertema Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara, yang diselenggarakan Kompas di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah berencana membangun pabrik baterai lithium di sekitar lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Hal itu dilakukan untuk menunjang kebutuhan energi mobil listrik yang akan digunakan di area ibu kota baru kelak.

"Jadi, kita akan memproduksi lithium baterai di daerah itu dengan energi hydropower. Hari ini sudah ada di sana dari Andrew Forest dari Australia yang melakukan study karena juga sekaligus melihat hydrogreen energy yang akan diproduksi nanti setelah lithium baterry," kata Luhut saat dialog bertajuk Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Baterai Lithium Ion, Mana yang Paling Bagus?

Dalam jangka panjang, pemerintah berencana menjadikan Indonesia sebagai pemain global industri baterai lithium.

Apalagi ceruk pasar dari produk ini cukup besar, menyusul rencana Eropa untuk tidak lagi mengizinkan mobil konvensional beroperasi pada 2030 mendatang.

"Artinya, mereka akan mencari lithium battery dan Indonesia mungkin akan menjadi pemain nomor dua karena Tiongkok masih yang pertama, karena mereka betul-betul masif (produksinya)," ujarnya.

Baca juga: Dukung Mobil Listrik Nasional, UNS Produksi Massal Baterai Lithium

Meski demikian, ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat mengalahkan China pada suatu hari dalam produksi baterai lithium. Apalagi, jika Indonesia berkolaborasi dengan Australia dalam hal ini.

"Karena Australia sekarang ke hydropower yang ada di Kayan, Kalimantan Timur, dan hari ini sedang ada di sana (timnya), besok mereka akan kembali dari penelitian di situ dan di Papua," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X