WNI dari Natuna Diperkirakan Sampai Lanud Halim Paling Lama Pukul 16.00 WIB

Kompas.com - 15/02/2020, 10:38 WIB
Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang. SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RISemua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) yang diobservasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau usai dievakuasi dari lokasi terdampak virus corona di Provinsi Hubei, China akan dipulangkan ke Jakarta, hari ini, Sabtu (15/2/2020).

Mereka diperkirakan berangkat dari Lanud Raden Sadjad Natuna pukul 14.00 WIB dan sampai Lanud Halim Perdanakusuma paling lambat pukul 16.00 WIB.

"Kita harapkan jam 16.00 WIB sore paling lambat sampai Halim. berarti ditarik mundurkan paling lambat jam 14.00 WIB harus sudah take off," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto pada Kompas.com, Sabtu (15/2/2020).

Baca juga: Observasi Kesehatan Selesai, WNI di Natuna Dibawa ke Jakarta Hari Ini

Kemudian, proses pengemasan barang observasi ke pesawat akan dilakukan pukul 12.00 WIB.

Yuri berharap tim penjemput dari Jakarta bisa sampai di Natuna sekitar pukul 10.00 WIB.

"Perkiraan kemudian yang jemput karena dari jakarta paling lambat jam 10 sudah landing di sini (Natuna) tarik mundur saja," ungkap Yuri.

Diketahui, pemerintah akan menggunakan empat pesawat untuk memulangkan WNI dan kru kesehatan yang diobservasi.

Jenis pesawat yang akan digunakan di antaranya Boeing dan Hercules.

Menurut Yuri, jika dilihat dari jumlah WNI yang dievakuasi dari China, proses pemulangan dari lokasi observasi cukup dengan menggunakan tiga pesawat.

Namun, karena ada kru kesehatan di lokasi maka perlu tambahan satu pesawat lagi.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Monitor Kesehatan Warga Jakarta Pascaobservasi di Natuna

"Tetapi kan tim pendukung yang berasal dari TNI dan sebagainya itu kan juga harus ikut pulang. Yang dari Kemenkes, yang mendampingi mereka selama 14 hari ini kan banyak. Dari Kemenkes ada, dari batalion kesehatan Marinir juga ada, itu kan mereka juga harus pulang," ujar Yuri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X