DPR Minta Polri Evaluasi Keamanan di Sekitar Monas

Kompas.com - 03/12/2019, 12:51 WIB
Wakil ketua DPR Azis Syamsuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariWakil ketua DPR Azis Syamsuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan Azis Syamsuddin meminta Polri mengevaluasi keamanan di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan area di sekitar ring 1 seperti Istana Kepresidenan dan kantor-kantor Kementerian.

Hal ini disampaikan Azis, menyusul peristiwa ledakan di kompleks Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi, karena granat asap.

"Ya tentu evaluasi itu (keamanan di sekitar Monas), tentu dalam area yang cukup prime ya. Krusial. Dan itu juga tempat orang berolahraga, kalau pagi hari orang berolahraga dari jam 5 sampai jam 7-an olahraga di situ," kata Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Fadjroel: Presiden Telah Minta Polisi Usut Ledakan di Monas

Azis meminta, aparat kepolisian dan lembaga penegak hukum untuk menuntaskan investigasi ledakan tersebut.

Azis juga berharap aparat kepolisian dapat mengusut dalang dari peristiwa ledakan tersebut, apakah ada motif yang berkaitan dengan radikalisme atau tidak.

"Apakah motif ini berkaitan dalam hal radikalisme yang masih harus kita tuntaskan atau tidak," ucapnya.

Lebih lanjut, Azis juga meminta aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

"Ini kita harapkan pihak kepolisian juga peran serta dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu agar perayaan natal dan tahun baru merupakan perhelatan kita bersama, dan kita memberikan rasa aman dan tenang bagi umat kristiani," pungkasnya.

Baca juga: Benarkah Ledakan di Monas Disebabkan Granat Asap?

Sebelumnya, ledakan di kompleks Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi, terjadi karena granat asap.

Informasi tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

"Hasil temuan tim di lapangan ini adalah granat asap yang meledak," kata Eddy.

Granat asap tersebut meledak saat dipegang anggota TNI Serka Fajar. Ia terluka parah di bagian tangan kiri.

Sementara itu, satu anggota TNI lain juga terluka di bagian paha, yakni Praka Gunawan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X