Menteri LHK: Masuk Musim Penghujan, Karhutla di Sumsel Sudah Berkurang

Kompas.com - 29/11/2019, 16:20 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Kantor Kemenko-Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comMenteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Kantor Kemenko-Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, situasi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menurun.

Sebab, katanya, titik api (hotspot) tinggal sedikit. Ditambah saat ini sudah masuk ke musim penghujan. 

"Hari ini (hotspot) ada, tinggal sedikit di Sumsel. Tetapi sudah disertai dengan hujan dan banjir. Karena itu kondisi siaga darurat sudah terkurangi. Sebab ini juga sudah masuk Desember (musim penghujan)," ujar Siti Nurbaya di Kantor Kemenko-Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Baca juga: Polisi Targetkan Berkas 4 Korporasi Tersangka Karhutla Dilimpahkan Awal Desember


Menurut Siti, jumlah hotspot di Sumsel saat ini tercatat di 30-an titik dari yang sebelumnya rata-rata ada 800-an hingga 1.000an titik.

 

"Jadi kalau sudah turun ya menurun (hotspot). Apalagi kondisinya saat ini sedang banjir," lanjut Siti.

Dia pun mengungkapkan untuk beberapa daerah lain potensi karhutla semakin turun.

"Riau sudah tiga pekan kebetulan nol terus (hotspot), Kalimantan Tengah pekan lalu sudah selesai," tambah Siti.

Baca juga: KLHK: Nilai Ganti Rugi Gugatan Karhutla Rp 315 Triliun, Tinggal Eksekusi

Dalam pertemuan itu, dibahas pula persiapan rapat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk mengatasi karhutla di tahun 2020.

Sebab, Februari 2020 nanti kondisi di beberapa daerah di Indonesia sudah kembali masuk musim kemarau. Salah satunya Provinsi Riau.

"Karena pada Februari nanti di Riau sudah panas lagi nanti pada 2020. Jadi minggu depan akan dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh dua Menteri Koordinator, yakni Menko-Polhukam dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Dan nanti setelah itu hasilnya dilaporkan ke Pak Presiden, " lanjut Siti.

Baca juga: Cegah Karhutla Pada 2020, Komisi IV DPR RI Usulkan Beberapa Cara

Lebih lanjut Siti menjelaskan poin apa saja yang dibahas dengan Mahfud dalam pertemuan.

Pertama, perihal perkembangan karhutla sejak 2015 hingga 2019.

Kedua, perihal Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pengendalian Karhutla.

Ketiga, soal pengendalian kebakaran hutan di wilayah pedesaan.

"Dan juga saya melaporkan karena sudah bertemu dengan beberapa gubernur, terutama yang dari Kalimantan. Ada beberapa ide yang baik dari daerah misalnya, kalau karhutla kita jaga di desa itu berkaitan dengan klasifikasi desa. Di mana kalau desa mandiri harusnya mudah (diatasi) dan selamat," tambah Siti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X