PDI-P Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

Kompas.com - 17/11/2019, 16:38 WIB
Sekretariat Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto saat ditemui di acara syukuran pelantikan Jokowi-Maruf Amin di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (21/10/2019). KOMPAS.com/ CHRISTOFORUS RISTIANTOSekretariat Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto saat ditemui di acara syukuran pelantikan Jokowi-Maruf Amin di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — PDI Perjuangan meminta aparat keamanan tegas menindak pihak-pihak yang intoleran terhadap kebebasan beragama.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto, partainya sangat mengkhawatirkan maraknya tindakan intoleran beberapa waktu belakangan.

Sebab, ia menambahkan, intoleransi telah merobek kerukunan kehidupan berbangsa.


“Aparat keamanan tidak perlu ragu dan wajib kedepankan hukum bagi tindakan sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya dan main hakim sendiri terhadap kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan setiap warga bangsa,” kata Hasto melalui keterangan tertulis, Minggu (17/11/2019).

Hasto mengatakan, seharusnya seluruh komponen menyadari bahwa kultur asli bangsa Indonesia menjalankan ketuhanan dengan meneladani sifat Tuhan tanpa egoisme agama dan menyatu dengan tradisi kebudayaan bangsa.

Hal ini penting dijalankan untuk memastikan kehidupan beragama berjalan baik, penuh budi pekerti, dan toleransi.

“Terlebih konstitusi telah menegaskan negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Perintah konstitusi inilah yang menjadi pedoman bagi seluruh warga bangsa” ujar dia.

Bagi PDI-P, lanjut Hasto, budi pekerti dan toleransi telah hidup dan menjadi kultur bangsa.

Seluruhnya diwarnai oleh tradisi kehidupan agama dan kepercayaan kepada Tuhan yang mengedepankan kerukunan, tepo sliro, dan hormat-menghormati perbedaan sehingga rakyat bisa hidup berdampingan secara damai.

"Berketuhanan tanpa nilai kemanusiaan dan tanpa keadaban publik sama saja melupakan esensi dasar agama untuk kebaikan umat manusia dalam relasi dengan Sang Pencipta, seluruh isi alam raya, dan dengan sesama manusia” kata Hasto.

"Mari kedepankan budi pekerti, keadaban publik, dan jiwai prinsip ketuhanan dengan sepenuh hati," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X