Kompas.com - 05/11/2019, 19:52 WIB
Ketua Komisi I Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com/ HARYANTIPUSPASARIKetua Komisi I Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi I Meutya Hafid mengatakan, jajaran Komisi I DPR akan melakukan kunjungan kerja ke Papua dan Papua Barat pekan ini.

Meutya mengatakan, pihaknya akan melihat langsung kondisi di Papua pasca-kerusuhan yang terjadi di beberapa titik di Papua.

"Jumat, Sabtu ini kita akan ke Papua dan Papua Barat karena tentu perlu juga untuk Komisi I berangkat dan melihat langsung kondisi terkini dengan situasi keamanan terakhir di Papua dan Papua Barat," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Gubernur Lemhanas Ingatkan Pemekaran Papua Jangan Seperti Kolonial

Meutya mengatakan, selaku ketua Komisi I, ia ingin mengejar pekerjaan yang belum terselesaikan oleh anggota dewan periode sebelumnya.

Oleh karena itu, kata dia, pada pekan ini Komisi I akan mengebut rapat kerja, salah satunya dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. 

"Raker Komisi I pertama dengan Menkominfo dan kita akan lakukan berturut-turut. Jadi minggu ini juga insya Allah dengan Pak Panglima, minggu depan insya Allah dengan Menhan, dan juga kementerian-kementerian strategis lainnya termasuk dengan Menlu," ujar dia.

Diketahui, di Papua dan Papua Barat terjadi demo yang berujung kerusuhan di beberapa titik seperti di Jayapura, Manokwari, Sorong, Timika, Fakfak dan Wamena pada Agustus 2019.

Demo tersebut merupakan buntut dari kasus dugaan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Pada Senin (2/9/2019), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama bersama Tito Karnavian yang ketika itu menjabat Kapolri meninjau kondisi keamanan di sana, khususnya di Jayapura dan Manokwari pascademo anarkistis yang menimbulkan keresahan warga.

Terbaru, Presiden Jokowi mengunjungi Papua Barat bersama Ibu Negara Iriana setelah dilantik menjadi presiden periode 2019-2024, Sabtu (26/10 2019) sore.

Baca juga: Papua Segera Dimekarkan, Wakil Gubernur Jabar Cemburu

Kunjungan ke Provinsi Papua Barat ini merupakan kunjungan kerja pertama Presiden Jokowi pascapelantikan sebagai Presiden pada 20 Oktober 2019.

Turut mendampingi Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Papua Barat antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Ada pula Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.