Relawan Projo Sedih Karnaval Budaya Usai Pelantikan Jokowi Dibatalkan

Kompas.com - 16/10/2019, 20:40 WIB
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi di Sentul, Sabtu (4/8/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Projo Budi Arie Setiadi di Sentul, Sabtu (4/8/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum organisasi relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi mengaku sedih karena acara karnaval budaya yang sudah disiapkan untuk merayakan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus dibatalkan.

Pembatalan itu karena Presiden Jokowi tak ingin ada acara berlebihan usai pelantikannya pada 20 Oktober mendatang.

"Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Parade budaya, karnaval dan pawai kebudayaan nusantara di batalkan," kata Budi saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Bertemu Pimpinan MPR, Jokowi Minta Acara Pelantikan Digelar Sederhana


Padahal Budi mengaku pihaknya sudah mempersiapkan banyak hal untuk meramaikan acara. Ada pawai gajah dari Way Kambas hingga tarian dari seluruh Indonesia.

Ratusan ribu massa Projo dari seluruh Indonesia juga diklaim sudah siap bergerak ke Jakarta.

"Gajah Projo yang sudah dipersiapkan untuk tampil dengan berat hati tidak jadi beraksi. Jangankan gajah, kami pun bersedih dan berat hati," ujar Budi.

Kendati demikian, Budi mengapresiasi alasan Presiden yang ingin perayaan berlangsung sederhana. Selain itu, menurut dia Presiden Jokowi juga ingin langsung fokus bekerja usai dilantik.

"Kami memahami, dengan berat hati kita batalkan. Kami juga mohon maaf kepada seluruh relawan dan pendukung Jokowi untuk memahami kondisi ini ," kata Budi.

Baca juga: Usai Bertemu Jokowi, Pimpinan MPR Temui SBY Beri Undangan Pelantikan Presiden

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, Jokowi pada dasarnya sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan pendukung untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

Namun, ia menyebut Jokowi ingin segera bekerja sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan.

"Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata Moeldoko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X