Ganjar Pranowo: Kebakaran di Gunung Merbabu Berkurang

Kompas.com - 20/09/2019, 18:06 WIB
Kobaran api membakar hutan di kawasan puncak Gunung Merbabu terlihat dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). Kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Merbabu yeng terpantau pertama kali pada Rabu (11/9) di Kabupaten Magelang, meluas hingga hutan kawasan Kabupaten Boyolali. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAKobaran api membakar hutan di kawasan puncak Gunung Merbabu terlihat dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). Kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Merbabu yeng terpantau pertama kali pada Rabu (11/9) di Kabupaten Magelang, meluas hingga hutan kawasan Kabupaten Boyolali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, saat ini kebakaran di Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah sudah berkurang.

Namun, kata dia, hal tersebut berbalik dengan di Gunung Slamet, yang masih ditemukan titik api.

"Hari ini lagi jalan, saya koordinasi terus. Merbabu sudah agak turun, malah hari ini agak tinggi di Slamet," ujar Ganjar di Gedung Lemhanas, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Ganjar mengatakan, dirinya mendapatkan telepon dari Bupati Boyolali bahwa pada Jumat (20/9/2019) ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkumpul di Kabupaten dan meminta bantuan logistik kepada Provinsi.

"Malam ini kami drop (bantuan logistik). Maka memang itu harus dengan kelompok, kekuatan masyarakat yang Merbabu bagus. Kemarin di Banyumas kami minta Forkopimda Banyumas, Purbalingga, Tegal harus bersatu," kata dia.

Baca juga: Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Diketahui, kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu terbakar sejak Rabu pekan lalu.

Api membakar beberapa kawasan Merbabu seperti kawasan Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kebakaran di Gunung Merbabu telah menghanguskan sekitar 436 hektare lahan hutan.

Kebakaran itu juga menghanguskan sebagian ekosistem tanaman bunga edelweis dan sabana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Nasional
KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

Nasional
Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Nasional
KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

Nasional
'City Manager' Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

"City Manager" Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

Nasional
Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Nasional
Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Nasional
Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Nasional
Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Nasional
Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Nasional
Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Nasional
Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Nasional
Ketua DPR: Omnibus Law Bukan 'Legacy' Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Ketua DPR: Omnibus Law Bukan "Legacy" Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Nasional
Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Nasional
Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X