Wiranto Mengenang Habibie sebagai Pelopor Teknologi dan Figur Demokratis

Kompas.com - 12/09/2019, 05:50 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melayat ke rumah duka almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMenteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melayat ke rumah duka almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melayat ke rumah duka almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

Wiranto mengenang sosok Habibie. Ia mengaku sudah mengenal lama sosok Habibie sejak tahun 1990-an. Saat itu, Wiranto masih menjadi ajudan bagi Presiden Soeharto.

"Saya mengenal beliau lama sekali, sejak saya ajudan presiden waktu tahun '90-an beliau sudah menjadi menteri," kata Wiranto.

"Saya sering bertemu dengan beliau, sering menunggu beliau saat menghadap presiden. Pada saat beliau Menteri Ristek dan Teknologi saat itu," ucap dia.

Baca juga: Begini Rencana Pemakaman Habibie di TMP Kalibata, Kamis Besok

Wiranto pun meyakini bahwa Habibie memang seorang pelopor teknologi di Indonesia.

Menurut dia, Habibie berjasa hingga membuat Indonesia mampu memproduksi pesawat terbang sendiri.

"Dari mulai kita sangat terbelakang di bidang teknologi, tapi di bawah Pak Habibie sampai kita bisa memproduksi pesawat terbang sendiri," tuturnya.

Kemudian, ketika Habibie menjabat sebagai presiden, Wiranto mengemban jabatan sebagai Menteri Pertahanan merangkap Panglima ABRI.

Dalam pandangan Wiranto, Habibie berhasil membuktikan dirinya sebagai sosok demokratis sejati saat memimpin Indonesia di masa peralihan.

"Waktu itu saya mengenal bahwa beliau juga seorang demokrat sejati ya, beliau berhasil keluar dari stigma Orde Baru, masuk dalam suatu peralihan yang sangat sulit," ujar Wiranto.

"Beliau bisa meyakinkan ke publik bahwa beliau sungguh-sungguh ingin membangun satu demokrasi baru di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Melayat ke Rumah Duka, Prabowo Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Habibie

Diberitakan sebelumnya, Putra Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengonfirmasi meninggalnya sang ayah.

"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.05 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban First Travel Ingin Diberangkatkan ke Tanah Suci oleh Pemerintah

Korban First Travel Ingin Diberangkatkan ke Tanah Suci oleh Pemerintah

Nasional
KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

Nasional
Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Nasional
Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Nasional
Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Nasional
Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Nasional
Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Nasional
Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Nasional
Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Nasional
Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Nasional
3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

Nasional
Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Nasional
Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Nasional
Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X