Kompas.com - 05/08/2019, 12:22 WIB
Presiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PLN, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).  Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PLN, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019). Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Listrik padam di sejumlah wilayah, Minggu (4/8/2019), mengakibatkan terganggunya pelayanan di berbagai wilayah khususnya Jabodetabek dan sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat.

Merespons peristiwa ini, Presiden Joko Widodo menyambangi Kantor Pusat PT Perusahaan Listrik Negara (PT PTLN), Senin (5/8/2019) pagi, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jokowi mempertanyakan soal listrik padam yang berdampak besar terutama di Ibu Kota.

Ia menyinggung peristiwa sama yang pernah terjadi pada tahun 2002.

Menurut Jokowi, hal itu harus menjadi pembelajaran bersama.

"Jangan sampai kejadian yang pernah terjadi, kembali terjadi lagi," ujar Jokowi.

Baca juga: Fahri Hamzah: PLN Harus Punya Makanisme Antisipasi Pemadaman Listrik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti apa peristiwa saat terjadi pemadaman listrik tahun 2002?

Saat itu, aliran listrik juga padam. Terputusnya aliran listrik ini terjadi di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Banten.

Arsip Harian Kompas, 13 September 2002 berjudul "Listrik Mati Lagi, Rugi Milyaran Rupiah", menyebutkan, pemadaman aliran listrik terjadi pada Kamis malam dan Jumat, 12-13 September 2002.

Direktur Operasi PT PLN saat itu, Bambang Heryanto, mengatakan, hubungan pendek di Gardu Induk Tegangan Ekstra (GITET) Cibinong menyebabkan rusaknya transmisi ke arah Bekasi, Cawang, serta Gandul.

Kemudian, pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling juga tidak dapat masuk.

Menurut Bambang, awalnya beban diambli alih dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (OLTGU) Muarakarang dan PLTGU Tanjung Priok.

Baca juga: PLN Siap Berikan Ganti Rugi Pemadaman Listrik, Ini Aturannya

Akan tetapi, adanya kelebihan beban membuat kedua PLTGU itu berfungsi dengan isolasi.

Hal ini mengakibatkan GITET 500 kV di Suralaya, Clegon, Gandul, Cibinong, Cawang, Bekasi, dan Kembangan padam.

Adapun total beban yang padam sekitar 2.500 MW hingga dialami 3 juta pelanggan.

Sejumlah layanan terganggu

Padamnya listrik di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya membuat sejumlah pelayanan publik terganggu. Tercatat, perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Tangerang, Bogor, dan Bekasi terhambat.

Akibatnya, puluhan ribu penumpang terlambat masuk kerja.

Baca juga: Berapa Besaran Kompensasi Bagi Konsumen yang Kena Pemadaman Listrik PLN?

Menurut Kepala Humas Darah operasi I Jakarta dan Jabodetabek Zainal Abidin, gangguan terutama terjadi dengan adanya pengurangan frekuensi pemberangkatan KRL yang melayani jalur Jabodetabek.

Sementara, untuk layanan transportasi kereta api jarak jauh, terjadi keterlambatan selama 2-3 jam akibat dari gangguan sinyal pengatur jalan.

Ilustrasi listrikShutterstock Ilustrasi listrik
Selain transportasi yang terganggu, peristiwa ini menyebabkan sulitnya air minum.

Bukan hanya warga yang menggunakan pompa air, tetapi juga mereka yang berlangganan air minum dari PT Thames PAM Jaya dan PT PAM Lyonnaise Jaya.

Layanan seluler juga terhambat.

Penyedia jasa seluler saat itu, PT Satelindo menyebutkan, 638 dari 1.397 base transceiver station (BTS) yang ada di sekitar Jabodetabek dan 3 base station control (BSC) pun terkena dampaknya.

"Gangguan tersebut disebabkan power supply yang mereka gunakan dicatut oleh PLN. Daya untuk BSC didukung oleh mesin generator sendiri, sementara daya BT sebagian hanya dicatu oleh baterai yang hanya bisa bertahan dalam dua jam," ujar Direktur Operasi dan Rekayasa Seluler Satelindo Imron Harun.

Baca juga: PLN: Pemadaman Listik Bergilir Tiap 3 Jam di Jakarta Hoaks

Gangguan juga terjadi pada mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang macet.

Matinya aliran listrik juga membuat terhentinya bisnis termasuk hilangnya data-data komputer di berbagai pelayanan.

Peristiwa ini berimbas pada produksi di beberapa pabrik seperti Goodyear dan pabrik semen PT Semen Cibinong Tbk serta sejumlah pabrik garmen di Kabupaten Bogor.

Saat peristiwa terjadi, Goodyear kehilangan kesempatan memproduksi ban sebanyak 5.000 buah. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 1,25 miliar.

Mengakibatkan kebakaran

Peristiwa ini juga membuat terjadinya kebakaran di 13 lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, peristiwa ini disinyalir imbas dari penggunaan lilin selama dua hari itu.

Pemadaman juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Baca juga: Listrik Padam, PLN Siap Berikan Ganti Rugi untuk Warga

Harian Kompas, 14 September 2002 bertajuk "Listrik Padam, Lilin Sebabkan Kebakaran", menyebutkan, kebakaran pertama terjadi pada pukul 08.30 WIB di Penjaringan, Jakarta Utara yang disebabkan hubungan pendek arus listrik.

Kemudian, dua kebakaran lain terjadi di wilayah Tangerang pada pukul 13.20 WIB.

Adapun sembilan kasus lainnya terjadi antara Kamis pagi hingga Jumat dini hari.

Baca juga: Heboh 7 Jam Listrik Padam di Jakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudi Silalahi Meninggal Dunia, Andi Mallarangeng: Beliau Pekerja Keras dan Disiplin

Sudi Silalahi Meninggal Dunia, Andi Mallarangeng: Beliau Pekerja Keras dan Disiplin

Nasional
Partai Demokrat Berduka, Eks Mensesneg Sudi Silalahi Tutup Usia

Partai Demokrat Berduka, Eks Mensesneg Sudi Silalahi Tutup Usia

Nasional
Mendagri Lantik Suhajar Diantoro Jadi Pelaksana Tugas Sekjen Kemendari

Mendagri Lantik Suhajar Diantoro Jadi Pelaksana Tugas Sekjen Kemendari

Nasional
Deretan Alutsista dan Teknologi Canggih yang Didambakan TNI AU

Deretan Alutsista dan Teknologi Canggih yang Didambakan TNI AU

Nasional
TNI AL Gelar Latihan Besar Operasi Amfibi, Libatkan 9.539 Personel hingga 33 KRI

TNI AL Gelar Latihan Besar Operasi Amfibi, Libatkan 9.539 Personel hingga 33 KRI

Nasional
SBY Akan Hadiri Pemakaman Sudi Silalahi di TMP Kalibata Nanti Siang

SBY Akan Hadiri Pemakaman Sudi Silalahi di TMP Kalibata Nanti Siang

Nasional
Luhut Ungkap Modus Bar Siasati Protokol Kesehatan: Pengunjung Tak Boleh Ambil Foto

Luhut Ungkap Modus Bar Siasati Protokol Kesehatan: Pengunjung Tak Boleh Ambil Foto

Nasional
Siapkan Perlindungan, LPSK Minta Korban Kekerasan Seksual Berani Bersuara

Siapkan Perlindungan, LPSK Minta Korban Kekerasan Seksual Berani Bersuara

Nasional
Wanti-wanti Jokowi soal Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Wanti-wanti Jokowi soal Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Nasional
Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ini Langkah Kemenkes

Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ini Langkah Kemenkes

Nasional
Selasa Ini, PN Jaksel Gelar Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Selasa Ini, PN Jaksel Gelar Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Nasional
Profil Sudi Silalahi, Orang Dekat SBY sejak Pemerintahan Megawati

Profil Sudi Silalahi, Orang Dekat SBY sejak Pemerintahan Megawati

Nasional
Pemerintah Sering Minta Hapus Konten ke Google, Ini Respons Kemenkominfo

Pemerintah Sering Minta Hapus Konten ke Google, Ini Respons Kemenkominfo

Nasional
4.240.479 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Kedatangan Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

4.240.479 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Kedatangan Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

Nasional
Sudi Silalahi Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Sudi Silalahi Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.