Panggil Sjamsul Nursalim dan Istrinya, KPK Pasang Pengumuman di KBRI Singapura

Kompas.com - 18/07/2019, 20:32 WIB
Surat panggilan KPK terhadap Sjamsul Nursalim dan istrinya ditempel di dinding KBRI Singapura, Kamis (18/7/2019). Dokumentasi/KPKSurat panggilan KPK terhadap Sjamsul Nursalim dan istrinya ditempel di dinding KBRI Singapura, Kamis (18/7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memasang pengumuman berisi panggilan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( BLBI), Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, di Kedutaan Besar RI di Singapura.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK menggandeng KBRI Singapura supaya Sjamsul dan Itjih dapat memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Jumat (18/7/2019) besok.

"KPK juga meminta bantuan kepada KBRI di Singapura untuk memasang panggilan itu di papan pengumuman dan itu sudah dipasang dan setiap orang bisa melihat," kata Febri kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Besok merupakan panggilan kedua bagi Sjamsul dan Itjih. 

Baca juga: Jumat, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Febri menyampaikan, pengumuman itu dipasang di KBRI Singapura karena Sjamsul dan istrinya itu diduga berada di Singapura.

Ia pun berharap, warga setempat yang mengetahui keberadaan Sjamsul dan istrinya dapat menyampaikan informasi terkait pemanggilan tersebut kepada keduanya.

"Segala upaya kami lakukan karena kami mengidentifikasi juga kira-kira di mana yang bersangkutan ada atau tidak di lokasi yang disampaikan surat itu misalnya kalau ada pihak keluarga atau kolega bisa menyampaikan ke kedua tersangka tersebut," ujar Febri.

KPK juga telah menyebar surat panggilan Sjamsul dan istrinya ke satu alamat di Jakarta dan empat alamat di Singapura.

Selain itu, upaya pemanggilan tersangka dilakukan dengan meminta bantuan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura.

Baca juga: KPK Ajukan Permohonan sebagai Pihak Ketiga dalam Gugatan Sjamsul Nursalim

Dalam pengembangan kasus BLBI, KPK menetapkan Sjamsul Nursalim selaku obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pengembangan perkara terpidana mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X