Polisi Sebut Jamaah Islamiyah Dekati Parpol sebagai Strategi Bentuk Negara Khilafah

Kompas.com - 16/07/2019, 07:32 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok teroris Jamaah Islamiyah ( JI) pimpinan PW disebut turut mendekati partai politik sebagai strategi penguatan organisasi untuk membentuk negara khilafah.

"Itu (pendekatan kepada parpol) bagian daripada new strategy-nya mereka, mereka sudah men-design pola-pola pergerakannya seperti itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Selain parpol, kelompok JI juga melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para intelektual.

Baca juga: Terduga Teroris SA di Magetan Diduga Jabat Bendahara Jamaah Islamiyah


Menurut Dedi, strategi baru itu tak lepas dari pimpinan JI yang berpendidikan dan cerdas. PW diketahui lulusan teknis sipil sebuah universitas ternama di Pulau Jawa.

Maka dari itu, strategi yang diterapkan JI pimpinan PW cenderung berbeda dengan kelompok lain. JI fokus pada penguatan organisasi.

Penguatan dari sisi ekonomi, kata Dedi, kelompok ini memiliki perkebunan sawit. 

Tujuan akhir kelompok itu adalah membentuk negara khilafah di Indonesia.

"Kalau itu sudah kuat base ekonominya, organisasinya sudah kuat, diisi orang-orang dari hasil rekrutmennya dia, itu orang-orang yang mungkin bagus, maka dia akan melakukan khilafah," ujarnya.

Saat ini penyidik masih mendalami perihal perkebunan sawit yang dimiliki JI. Penyidik masih menelusuri terkait penghasilan, luas, modal, dan total uang yang dimiliki.

Sebelumnya, Densus 88 telah mengamankan lima petinggi kelompok JI, yang berafiliasi dengan kelompok teroris global, Al Qaeda.

Kelima orang yang ditangkap berinisial PW alias Abang, MY, BS, A, dan BT. Mereka ditangkap pada 29-30 Juni 2019, di daerah Bekasi, Jawa Barat, hingga Ponorogo, Jawa Timur.

Setelah itu, tim mengamankan SA, yang diduga sebagai bendahara di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada 3 Juli 2019.

Baca juga: Struktur Organisasi dan Strategi Kelompok Jamaah Islamiyah Mulai Terkuak...

Kelompok ini mengembangkan perkebunan sawit sebagai sumber dana untuk kebutuhan operasional, hingga menggaji petinggi organisasi.

Menurut keterangan polisi, perkebunan tersebut berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Polri sedang menyelidiki lebih detail bagaimana bisnis sawit itu dikelola.

Selain itu, penyidik juga ingin menyelidiki secara rinci aktivitas organisasi apa saja yang dibiayai dari keuntungan bisnis ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X