Kompas.com - 02/07/2019, 18:40 WIB
Ismail (atas), penjual kopi di sebelah Pos Polisi Subsektor Sabang, Jakarta Pusat tengah memperbaiki sendiri warung miliknya yang rusak akibat dibakar pada kerusuhan 22 Mei lalu. (12/6/2019) KOMPAS.COM/ANASTASIA AULIAIsmail (atas), penjual kopi di sebelah Pos Polisi Subsektor Sabang, Jakarta Pusat tengah memperbaiki sendiri warung miliknya yang rusak akibat dibakar pada kerusuhan 22 Mei lalu. (12/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (2/7/2019), menerima aduan dari warga yang menjadi korban kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, mereka mengadukan kerugian materil yang diderita akibat peristiwa kerusuhan tersebut.

"Concern mereka, salah satu yang paling diutarakan tadi adalah bagaimana kerugian yang mereka derita, siapa yang harus menanggung," kata Choirul kepada Kompas.com.

Warga yang mengadu ialah warga yang mobilnya dirusak massa dalam kerusuhan. Ada pula pedagang yang barang dagangannya dijarah perusuh.

Pihak Komnas HAM pun menyarankan agar pengacara korban langsung membuat intervensi kepada pihak kepolisian supaya mendapat ganti rugi. Sebab, warga sudah ada yang melaporkannya ke Polri.

"Sehingga kalau kepolisian menemukan pelakunya tidak hanya dihukum pidana badan, tapi juga menanggung keugian. Itu di dalam mekanisme hukum memungkinkan," kata Choirul.

Choirul menambahkan, Komnas HAM juga meminta negara untuk menyelesaikan masalah yang dialami para korban tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Komnas HAM dalam konteks besarnya memastikan negara memperhatikan dan memberikan hak para korban," ujar Choirul.

Kepolisian sendiri diketahui sudah menetapkan 447 orang sebagai tersangka atas kerusuhan itu.

Baca juga: Polri Sebut Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Sudah 90 Persen

Meski demikian, investigasi atas kerusuhan yang terjadi di Jalan Thamrin dan Kawasan Tanah Abang itu hingga saat ini masih berlangsung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, investigasi kerusuhan sudah mencapai 90 persen.

"Dari tim investigasi gabungan boleh dikatakan sudah hampir 90 persen penanganannya sudah cukup komprehensif," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia, tapi Belum Dioptimalkan

Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia, tapi Belum Dioptimalkan

Nasional
Komnas HAM Bernegosiasi dengan KKB Untuk Evakuasi Nakes Gerald Sokoy

Komnas HAM Bernegosiasi dengan KKB Untuk Evakuasi Nakes Gerald Sokoy

Nasional
Terjadi Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar, JK Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Terjadi Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar, JK Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Nasional
Wapres: Tak Boleh Lagi Bertumpu pada SDA, tapi SDM yang Kuasai Riset dan Inovasi

Wapres: Tak Boleh Lagi Bertumpu pada SDA, tapi SDM yang Kuasai Riset dan Inovasi

Nasional
Pemerintah Diharapkan Jamin Keamanan Nakes di Daerah Konflik

Pemerintah Diharapkan Jamin Keamanan Nakes di Daerah Konflik

Nasional
Menlu Harap Negara-negara Lain Pertimbangkan Indonesia Keluar dari Red List Dunia

Menlu Harap Negara-negara Lain Pertimbangkan Indonesia Keluar dari Red List Dunia

Nasional
Komnas HAM Minta Polda Tingkatkan Jaminan Keamanan untuk Nakes di Papua

Komnas HAM Minta Polda Tingkatkan Jaminan Keamanan untuk Nakes di Papua

Nasional
Nama Azis Syamsuddin di Pusaran Kasus Korupsi...

Nama Azis Syamsuddin di Pusaran Kasus Korupsi...

Nasional
Wapres: Program Pemerintah Saat ini Membangun SDM Unggul dan Kreatif

Wapres: Program Pemerintah Saat ini Membangun SDM Unggul dan Kreatif

Nasional
Wapres: Riset dan Inovasi Penting untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Wapres: Riset dan Inovasi Penting untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Nasional
Soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Hartarto: Golkar Sedang Kaji secara Mendalam

Soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Hartarto: Golkar Sedang Kaji secara Mendalam

Nasional
Syukur Tak Berhasrat Rasuah Dibuah

Syukur Tak Berhasrat Rasuah Dibuah

Nasional
Menko PMK: Perkawinan Anak Meningkat Selama Pandemi, Sungguh Memprihatinkan

Menko PMK: Perkawinan Anak Meningkat Selama Pandemi, Sungguh Memprihatinkan

Nasional
Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar Jalan Pagi Bareng, Sinyal Koalisi Golkar-PKB di Pemilu 2024?

Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar Jalan Pagi Bareng, Sinyal Koalisi Golkar-PKB di Pemilu 2024?

Nasional
Ogah Banyak Komentar soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Tugaskan F-Golkar DPR Beri Penjelasan

Ogah Banyak Komentar soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Tugaskan F-Golkar DPR Beri Penjelasan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.