Jokowi Minta Konglomerat Indonesia Bangun Hotel di 10 Destinasi Wisata Baru, Khususnya Mandalika

Kompas.com - 25/06/2019, 19:44 WIB
Foto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu. AFP PHOTO/ARSYAD ALIFoto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta pengusaha besar Indonesia membangun hotel di destinasi wisata baru di Indonesia, yakni Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Permintaan itu diungkapkan secara lugas saat bertemu konglomerat dalam negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

"Ya Presiden meminta supaya pengusaha (dalam negeri) bisa membuka hotel di sepuluh lokasi (wisata) baru di Indonesia. Khususnya di NTB ya. Karena di sana sudah disiapkan infrastrukturnya," ujar pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir, seusai pertemuan.

Baca juga: Gelar MotoGP di Mandalika, Wagub NTB Rayu Pengusaha Prancis Investasi di Lombok


"Apalagi kan bandaranya (NTB) sudah diperbesar. Presiden meminta supaya partisipasi dari pengusaha hotel untuk segera membuka hotelnya, supaya ramai di sana," lanjut dia.

Tahir melanjutkan, para pengusaha cukup antusias dengan permintaan langsung dari Presiden itu.

Ia tidak dapat memastikan siapa saja pengusaha yang akan memenuhi permintaan itu. Namun minimal, ia sendiri yang berencana memenuhinya.

"Saya harus ya. Sudah amanat Presiden, harus dijalani. Kan sekarang kita sudah ada di Bali, Surabaya, Batam. Sekarang, sesuai Presiden, Insya Allah ada (di 10 tempat wisata baru)," ujar Tahir.

Baca juga: Digelar 2021, MotoGP Mandalika Dipromosikan di Paris

Menurut Tahir, membangun hotel di Mandalika cukup menjanjikan. Jangan hanya lantaran direncanakan digelar Moto GP di sana. Namun, harus dilihat potensi wisatanya yang menjanjikan.

"Saya pikir bukan Moto GP-nya yang menarik ya. Tapi tourism-nya yang menarik. Moto GP kan setahun sekali, lalu sisanya? Kalau kita bangun hotel, kita create market di sana," ujar Tahir.

Diketahui, sejumlah pengusaha yang hadir dalam pertemuan itu, antara lain bos MNC Group Harry Tanoesoedibjo, pemilik Rajawali Corpora Peter Sondakh dan CEO Utama CT Corp Chairul Tanjung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X