Dalil Gugatan 02 yang Meminta Komisioner KPU Diberhentikan Dinilai Tak Jelas

Kompas.com - 18/06/2019, 14:35 WIB
Personel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (18/6/2019). Pengamanan dilakukan menjelang dan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 digelar di MK. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPersonel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (18/6/2019). Pengamanan dilakukan menjelang dan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 digelar di MK.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim hukum pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf mengkritik petitum gugatan Prabowo-Sandiaga yang meminta Mahkamah Konstitusi memberhentikan seluruh komisioner KPU.

Pengacara tim hukum 01, Luhut Pangaribuan mengatakan petitum tersebut tidak didasarkan pada dalil yang jelas.

"Karena tidak ada satupun argumen yang disampaikan pemohon menyangkut hal ini dalam positanya," ujar Luhut dalam sidang lanjutan sengketa pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum


Isi permohonan tidak menyebut dugaan kecurangan yang dilakukan oleh komisioner KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Namun, petitumnya meminta hal tersebut.

Luhut juga mengatakan permohonan ini tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. Sebab, kewenangan Mahkamah Konstitusi ada pada aspek hasil pemilu bukan tentang penyelenggara pemilu.

"Permohonan ini merupakan permohonan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam UU Pemilu, di mana kewenangan Mahkamah tidak pada aspek yang menyangkut tentang Penyelenggara Pemilu, tapi hanya terkait dengan hasil pemilu," kata Luhut.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X