Menkumham Akui Ada Kelalaian Petugas saat Kawal Setya Novanto

Kompas.com - 17/06/2019, 20:36 WIB
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Setya Novanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PLN Sofyan Basir terkait kasus dugaan korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.ANTARA FOTO/RENO ESNIR Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Setya Novanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PLN Sofyan Basir terkait kasus dugaan korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui ada kelalaian dari petugas yang mengawal mantan Ketua DPR RI Setya Novanto saat diberikan izin keluar Lapas untuk berobat ke Rumah Sakit Santoso Bandung, Jumat (14/6/2019).

"Memang ada kelalaian di petugas saya, mengapa diijinkan dia tanpa pengawasan sampai ke bayar bill," kata Yasonna saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Yasonna menilai, seharusnya Setya Novanto menghargai itikad baik dari petugas tersebut yang mengizinkannya untuk menyelesaikan administrasi Rumah Sakit tanpa pengawasan.

"Jadi tidak makan korban sendiri, dia (Setnov) korbankan orang lain lagi, dulu dokter korban lagi kan. Jadi maunya jangan begitulah, kita sebagai orang-orang yang sudah punya pendidikan lihat juga jangan sampai kita mengorbankan orang lain, ini si anak (petugas) kan jadi korban," ujarnya.


Baca juga: 8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

Yasonna menduga, Setya Novanto sudah merencanakan hal itu dengan meminta izin membayar tagihan rumah sakit.

"Kita tahu belakangan sudah ada mobil menunggu, memang sudah direncanakan tampaknya juga," tutur dia.

Selanjutnya, imbas dari ulah Setya Novanto banyak pihak yang meminta dirinya mundur dari jabatan menteri. Menurut Yasonna, wajar jika ada pihak yang ingin dirinya mundur.

"Boleh aja, siapa aja boleh melakukan itu," pungkasnya.

Baca juga: Setya Novanto Ditahan di Sel Teroris dengan Pengamanan Super Maksimum

Sebelumnya, Setya Novanto kedapatan pelesiran di salah satu toko bangunan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (14/6/2019) kemarin.

"Setnov diduga telah menyalahgunakan izin berobat. Keberadaan Setnov di salah satu toko bangunan di Padalarang merupakan tindakan melanggar tata tertib lapas/rutan. Petugas pengawal telah diperiksa karena tidak menjalankan tugasnya sesuai standar operasional prosedur," kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Adapun Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Tejo Herwanto, menuturkan pihaknya melakukan pemeriksaan mendadak pada Jumat malam terhadap Setya Novanto menyusul beredarnya foto-foto mantan ketua DPR itu diduga tengah pelesiran di Kabupaten Bandung Barat.

Foto yang beredar menunjukkan sosok Setnov mengenakan topi dan masker tengah bersama seorang wanita yang diduga istrinya.

"Ini langsung dibuat berita acara pemeriksaan terkait info ini untuk ditindaklanjuti," kata Tejo saat dihubungi, Jumat.

Akibat pelesiran itu, Setya Novanto dipindahkan dari lapas Sukamiskin ke rutan Gunung Sindur, Bogor pada Jumat (14/6/2019) pukul 22.30 WIB dan tiba pada Sabtu (15/6/2019).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X