Kompas.com - 27/05/2019, 04:28 WIB
Presiden Joko Widodo pada acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo pada acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur, Presiden Joko Widodo menginginkan penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.

Oleh karena itu, ia menginginkan para pengusaha bisa bekerja sama dengan lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk memperkuat SDM nasional.

Hal itu disampaikan Jokowi saat Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

"Link and match antara dunia industri dan pendidikan ini sangat dibutuhkan sekali. Saya berharap nanti dari HIPMI ada kerja sama dengan daerah, kementerian terkait, dalam rangka pembangunan SDM agar 5 tahun ke depan ini upgrade SDM kita betul-betul kelihatan," kata dia.

Baca juga: Dianggap Jokowi Cocok Jadi Menteri, Ini Tanggapan Ketua HIPMI

Di sisi lain, ia juga menjanjikan akan meningkatkan kuantitas dan kualitas pemberian beasiswa pendidikan bagi generasi muda, baik beasiswa pendidikan dalam negeri dan luar negeri.

"Pembangunan manusia ini mutlak, mau tidak mau harus kita kerjakan, baik berupa skilling, re-skilling, up-skilling, semuanya," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, kata Jokowi, SDM Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Di sisi lain, ia juga meminta para pengusaha untuk membantu upaya pemerintah meningkatkan investasi dan ekspor. Menurut dia, peran pengusaha juga penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi.

Baca juga: Saat Presiden Jokowi Merasa Ketua HIPMI Cocok Jadi Menteri...

"Problem besar kita yang belum terpecahkan dari berpuluh tahun lalu sampai sekarang adalah neraca transaksi berjalan kita yang selalu defisit, neraca perdagangan yang selalu defisit, ini problem yang jelas kita tahu, dan jelas masalahnya kita ngerti, tapi tidak pernah terselesaikan," kata Jokowi.

Oleh karena itu, kata dia, masalah tersebut saat ini menjadi perhatian pemerintah dengan sejumlah pihak terkait, seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), HIPMI, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan organisasi terkait lainnya.

"Kuncinya hanya ada dua, peningkatan ekspor dan kedua investasi yang harus meningkat. Inilah pekerjaan besar kita. Sehingga kita mengajak rekan-rekan HIPMI agar dua hal yang menjadi kunci itu bisa kita kerjakan bersama-sama," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

Nasional
UPDATE 31 Juli: Tambah 1.808, Kasus Kematian Covid-19 Capai 94.119

UPDATE 31 Juli: Tambah 1.808, Kasus Kematian Covid-19 Capai 94.119

Nasional
UPDATE: Tambah 37.284, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 3.409.658

UPDATE: Tambah 37.284, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 3.409.658

Nasional
Safenet: Tak Seharusnya Moeldoko Ambil Langkah Hukum terhadap ICW

Safenet: Tak Seharusnya Moeldoko Ambil Langkah Hukum terhadap ICW

Nasional
UPDATE 31 Juli: 47,2 Juta Warga Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 31 Juli: 47,2 Juta Warga Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X