Menteri Rini Minta Pengawas Internal BUMN Dorong Tata Kelola Perusahaan Lebih Baik

Kompas.com - 09/05/2019, 14:25 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan pengarahan dalam Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Kegiatan yang diikuti para pimpinan BUMN tersebut mengangkat tema Bersama Menciptakan BUMN Bersih Melalui SPI yang Tangguh dan Terpercaya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANMenteri BUMN Rini Soemarno memberikan pengarahan dalam Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Kegiatan yang diikuti para pimpinan BUMN tersebut mengangkat tema Bersama Menciptakan BUMN Bersih Melalui SPI yang Tangguh dan Terpercaya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini Soemarno mengingatkan jajaran pengawas internal BUMN-BUMN jangan bekerja seperti mengenakan kacamata kuda.

Menurut Rini, pengawas internal bukan hanya mencegah aksi kecurangan, korupsi atau penyimpangan lain di perusahaan. Akan tetapi, juga mendorong tata kelola perusahaan yang baik.

Hal itu disampaikan Rini dalam diskusi bertajuk Bersama Ciptakan BUMN Bersih Melalui SPI yang Tangguh dan Terpercaya di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: KPK Ingatkan Implementasi Pengawasan Internal BUMN Tak Sekadar di Atas Kertas

"SPI (Satuan Pengawas Intern) tidak boleh lagi memiliki kacamata kuda dengan melihat suatu permasalahan dari aspek pemeriksaan. Cara berpikirnya harus mengikuti business mindset dengan memastikan bahwa tata kelola yang baik juga dijalankan," kata Rini.

Oleh karena itu, ia ingin pengawas internal tak hanya sekadar mengawasi atau menemukan masalah. Pengawas internal juga harus menjadi pemecah masalah.

"Setiap tindakan direksi yang berpotensi menimbulkan risiko, SPI segera tanggap untuk memberikan advisory-nya. Bila ada kasus yang muncul di BUMN, SPI harus merasa sedih karena seharusnya kasus tersebut bisa diselesaikan sebelum permasalahannya membesar," kata dia.

Di sisi lain, Rini meminta jajaran direksi BUMN memastikan sistem pengawasan internal berjalan efektif untuk mengamankan investasi dan aset perusahaan.

Direksi BUMN juga perlu menciptakan lingkungan pengawasan internal yang disiplin dan terstruktur.

Baca juga: Menteri Rini Prihatin dengan Pejabat BUMN yang Terlibat Dugaan Korupsi

"Melakukan risk assessment, melakukan aktivitas pengendalian secara berjenjang, menjamin sistem informasi dan komunikasi yang lancar dan memonitor setiap aspek dari sistem pengendalian intern," kata dia.

Ke depan, Rini menekankan pentingnya program-program sertifikasi kemampuan untuk mendongkrak kapabilitas dan integritas pengawas internal.

"Kami berharap terbukanya kesempatan bagi para aparat SPI dan Kementerian BUMN untuk melakukan konsultasi perbaikan atau pembuatan peraturan yang mendukung terciptanya BUMN bersih," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Nasional
Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Nasional
Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Nasional
Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Nasional
Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Nasional
Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Nasional
Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Kemenlu: 718 WNI Jemaah Tabligh Masih di Luar Negeri, 701 di India

Kemenlu: 718 WNI Jemaah Tabligh Masih di Luar Negeri, 701 di India

Nasional
Mendagri Sebut Debat Publik Calon Kepala Daerah Bakal Usung Tema Covid-19

Mendagri Sebut Debat Publik Calon Kepala Daerah Bakal Usung Tema Covid-19

Nasional
Wapres Soroti Penyerapan Anggaran yang Rendah di Tengah Pandemi

Wapres Soroti Penyerapan Anggaran yang Rendah di Tengah Pandemi

Nasional
Veronica Koman Mengaku Kembali ke Indonesia Setelah Selesaikan Studi di Australia

Veronica Koman Mengaku Kembali ke Indonesia Setelah Selesaikan Studi di Australia

Nasional
Lagi, ABK WNI Meninggal di Kapal China, Menlu Minta Pemerintah China Investigasi

Lagi, ABK WNI Meninggal di Kapal China, Menlu Minta Pemerintah China Investigasi

Nasional
Hingga 13 Agustus, Total 1.809.487 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Hingga 13 Agustus, Total 1.809.487 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 13 Agustus: Pasien Suspek Covid-19 Mencapai 76.515 Orang

UPDATE 13 Agustus: Pasien Suspek Covid-19 Mencapai 76.515 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X