Mendagri: Mekanisme Permohonan Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Salah

Kompas.com - 24/04/2019, 15:27 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan memanggil Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan karena mekanisme permohonan pengunduran dirinya salah prosedur.

"Saya akan segera membalas surat yang bersangkutan dalam waktu dekat dan memanggilnya. Saya akan jelaskan bahwa mekanisme surat permohonan itu salah dan alasanya tidak tepat," ujar Tjahjo usai menghadiri rapat koordinasi khusus tingkat menteri di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Tjahjo menegaskan, alasan Dahlan tidak mendasar karena ia adalah seorang bupati yang salah satu tugasnya menjaga kelancaran pemilu.

"Anda (bupati) kan dipilih untuk memimpin daerah, salah satu tugasnya adalah membantu penyelenggaraan pemilu, itu saja," ungkapnya.


Baca juga: Bupati Ingin Mundur karena Jokowi Kalah di Mandailing Natal, Ini Komentar Istana

Tjahjo juga menyebutkan Dahlan cukup berprestasi sebagai bupati Mandailing Natal. Perjalanan Dahlan, lanjutnya, untuk bisa sampai ke jabatannya saat ini sangat berat dan panjang.

"Dia itu seorang bupati yang cukup berhasil di daerahnya. Kenapa hanya karena permasalahan politis pertimbangannya dia untuk mundur?" ujar Tjahjo saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Mendagri: Bupati Mandailing Natal Berprestasi, Kenapa karena Alasan Politis Mundur?

Sebelumnya, Penasihat Hukum Pemerintah Kabupaten Madina Ridwan Rangkuti membenarkan surat permohonan pengunduran diri sang bupati yang beredar di media sosial.

Dalam siaran per Ridwan mengatakan, sang bupati berniat mundur dari jabatannya karena kekecewaan terhadap masyarakat Madina yang mayoritas tidak memilih Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019.

Dahlan berpendapat, Jokowi sudah berkontribusi besar dalam pembangunan Madina.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X