Jawab Prabowo, Bima Arya Sebut Tak Mungkin Ada Manipulasi Quick Count secara Masif

Kompas.com - 18/04/2019, 16:01 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto saat hadir dalam acara Speak Up Satukan Suara yang dihadiri ratusan pendukung Jokowi-Maruf Amin di Puri Begawan, Jumat (12/4/2019) malam   KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto saat hadir dalam acara Speak Up Satukan Suara yang dihadiri ratusan pendukung Jokowi-Maruf Amin di Puri Begawan, Jumat (12/4/2019) malam

BOGOR, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto mempertanyakan akurasi dari exit poll di 5.000 tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan tolak ukur kemenangan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seusai pencoblosan, Rabu (17/4/2019).

"Ini bukan soal kuantitatif banyaknya responden, tapi lebih ke metodologi tepat atau tidak. Jadi kalau melenceng, semua pasti akan sama hasilnya (melenceng)," ujar Bima di Bogor, Kamis (18/4/2019), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Jokowi-Maruf Menang Pilpres 2019 Versi Quick Count 9 Lembaga

Pendiri lembaga survei Charta Politika ini juga menjawab kecurigaan Prabowo atas sejumlah lembaga yang menayangkan hasil hitung cepat atau quick count.


Hasil hitung cepat lembaga tersebut memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Semua ada ilmunya, ada penjelasannya secara statistik. Kalau ada yang bilang itu manipulasi tak mungkin. Sepanjang sejarah Indonesia dan dunia tidak pernah ada sebegitu masif," katanya.

Baca juga: Deja vu Klaim Menang Prabowo, Sujud Syukur, hingga Momen Pilpres 2014

Meski begitu, Bima tak menampik atas dominannya dukungan untuk pasangan Prabowo-Sandi di Kota Bogor.

Ia juga memprediksi bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan menang di Kota Hujan.

"Saya kira dari awal Pak Prabowo leading-nya di Kota Bogor karena kami monitoring terus. Dua bulan yang lalu angkanya 53 persen (Prabowo), 30 persen (Jokowi). Jadi kelihatannya pemenang di Kota Bogor itu Pak Prabowo," kata Wali Kota Bogor demisioner itu.

Prabowo sebelumnya mengklaim kemenangan ada di pihaknya sejak Rabu (17/4/2019) sore.

Saat itu, Prabowo menyatakan tak percaya dengan hasil survei lembaga lain yang dianggapnya tengah menggiring opini.

Baca juga: Beda dengan Prabowo, PKS Percaya Hasil Quick Count

Prabowo berpegangan pada data exit poll, quick count, dan real count internal yang dimilikinya. 

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X