Jawab Tuduhan Prabowo, Indo Barometer Sebut Survei Tak Bisa Dibuat Sesuka Hati

Kompas.com - 18/04/2019, 10:21 WIB
Quick count atau hitung cepat pilpres 2019 yang ditayangkan di Kompas.com KOMPAS.comQuick count atau hitung cepat pilpres 2019 yang ditayangkan di Kompas.com
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indo Barometer Asep Saepudin menanggapi sikap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang memilih tidak percaya dengan hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei pada Pemilihan Presiden 2019.

Sebagai peneliti lembaga survei, Asep mengatakan pihaknya telah melakukan proses hitung cepat yang dilakukan Indo Barometer sudah sesuai dengan kaidah survei.

"Kami melakukannya dengan penerapan kajian keilmuan sehingga menghasilkan data di lapangan," ujar Asep ketika dihubungi, Kamis (18/4/2019).

Sebagai contoh, Asep mengatakan Indo Barometer tidak sembarangan dalam menentukan jumlah sampel dalam hitung cepat ini. Sebanyak 1.200 tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi sampel ditentukan berdasarkan perhitungan statistik.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Metro TV Ralat Tayangan Quick Count yang Menangkan Prabowo-Sandi

Indo Barometer yakin jumpah sampel dan sebarannya di 34 provinsi mampu merepresentasikan suara populasi.

"Itu semua berdasarkan kajian statistik, ada teorinya. Tidak sembarangan dengan cara suka-suka, harus ada pertanggungjawaban keilmuwan," kata dia.

Asep yakin lembaga survei lain juga melakukan quick count dengan metode yang bisa dipertanggungjawabkan. Meski demikian, dia membebaskan pihak manapun jika memilih tidak percaya dengan lembaga survei.

Baca juga: Klaim Menang, Prabowo Minta Pendukungnya Lawan Kebohongan

Dia mengajak masyarakat untuk ikut menunggu hasil penghitungan manual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meskipun dia menilai biasanya hasil hitung cepat tidak jauh berbeda dengan hasil akhir KPU.

"Karena quick count itu sama dengan KPU, yang diambil data pasti, data hasil perhitungannya. Kalau bicara data pasti artinya perbandingan antara perhitungan di sampling dengan di populasi. Asal metodenya dengan cara yang benar, saya kira mestinya sama (dengan hasil akhir KPU)," kata Asep.

Klaim kemenangan Prabowo

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X