Tanggapi Sandiaga, Wapres Sebut Penurunan Pajak Perusahaan Sedang Dikaji

Kompas.com - 15/04/2019, 16:22 WIB
Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/3/2019). Kompas.com/Rakhmat Nur HakimWapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/3/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah sudah dan masih mengkaji wacana penurunan pajak badan usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Kalla menanggapi wacana menurunkan pajak badan usaha untuk meningkatkan rasio pajak (tax ratio) Indonesia. Hal itu disampaikan Sandiaga saat debat kelima Pilpres, Sabtu (13/4/2019).

"Itu selain juga distudi oleh Pak Menko (Perekonomian) dan Menkeu. Di bidang apa pajak itu bisa diinikan (diturunkan). Karena juga memang kalau pengurangan (pajak badan usaha) itu tingkatkan investasi," ujar Kalla.

"Tapi di lain pihak, kalau terlalu cepat (penurunan pajak badan usaha diterapkan), penerimaan negara kurang berarti pembangunan juga akan menurun," lanjut Kalla.

Baca juga: Sandiaga Berjanji akan Potong Pajak untuk Perorangan dan Korporasi

Karena itu, pemerintah masih mengkaji wacana penurunan pajak badan usaha tersebut agar tak salah dalam penerapannya sehingga berakibat pada penurunan penerimaan negara.

"Bisa dihitung perbandingannya. Karena kalau diturunkan pajak itu, investasi bisa naik. Kalau perusahaan untungnya 100 (persen), kemudian pajaknya dikurangi. Dia bisa lebih banyak lagi. Itu teorinya, itu harapannya. Tentu juga dihitung berapa dibutuhkan anggaran kita," lanjut Kalla.

Dalam debat kelima, Sandiaga sebelumnya berjanji untuk memotong pajak untuk perorangan maupun korporasi.

Baca juga: Prabowo: Kita Harus Berani Kejar Mereka yang Selama Ini Hindari Pajak

Menurut Sandiaga, pihaknya di tahap awal akan memangkas pajak perorangan sehingga masyarakat memiliki dana yang lebih untuk keperluan konsumsi.

"Hal ini akan membuat masyarakat lebih banyak konsumsi sehingga banyak yang bekerja. Setelah itu, pajak korporasi juga akan diturunkan untuk menarik investasi," kata Sandiaga, Sabtu (13/4/2019).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Nasional
UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

Nasional
Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X