Kompas.com - 01/04/2019, 14:44 WIB
Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 (Densus 88) menangkap terduga teroris berinisal WP di desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019). WP diduga anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ditangkap pada Kamis 28 Maret 2019, tersangka tersebut atas nama WP alias Sahid ditangkap di rumah kontrakanya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Dedi menjelaskan, WP masuk dalam jaringan JAD namun bukan bagian dari sel teroris di Sibolga dan Lampung. Terduga merupakan anggota kelompok JAD wilayah Bandung.

WP tergabung dalam sebuah kelompok teroris jaringan JAD wilayah Bandung yang berjumlah enam sampai delapan orang. Bersama kelompoknya, WP berencana menyerang mobil pengisi ATM yang mengangkut uang. 

"Sasarannya mobil pengisi ATM yang mengangkut uang. Mereka sudah mempersiapkan rencana-rencana tersebut, senjata sudah siap, dan lainnya," ungkapnya kemudian.

Baca juga: Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan Sibolga Ditangkap

Dedi menuturkan, WP dan kelompoknya rencananya akan merampok uang dalam mobil pengisi ATM. Uang tersebut akan dijadikan modal untuk membeli bahan dan peralatan bom.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, seperti diungkapkan Dedi, mereka akan melakukan aksi di Jawa Timur dan Jawa Barat dengan bom yang sudah dirangkai.

"Ketika mereka mendapatkan uang dari situ, mereka akan membeli peralatan. Dan kelompok ini memiliki keahlian dalam merakit bom," papar Dedi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X