Jokowi: Masak Kampanye, yang Seram-seram...

Kompas.com - 24/03/2019, 19:16 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat tiba di lokasi Kampanye Akbar Perdana di Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). Jokowi naik kereta kencana dari Alun - alun Kota Serang ke Stadion Maulana Yusuf dengan naik kereta kencana. KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINCalon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat tiba di lokasi Kampanye Akbar Perdana di Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). Jokowi naik kereta kencana dari Alun - alun Kota Serang ke Stadion Maulana Yusuf dengan naik kereta kencana.

SERANG, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mendorong kampanye bernuansa kegembiraan untuk mengisi sisa masa kampanye Pemilu 2019.

Menurut dia, nuansa itu dibangun untuk memberikan diferensiasi dari nuansa politik yang ada saat ini: penuh hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

"Ya, kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Lebih kepada keriangan serta kegembiraan ya," ujar Jokowi di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).

Baca juga: Jokowi: Tidak Setuju? Orang Ini Program Bagus Kok...

"Masa kita harus kampanye, yang seram-seram. Karena ini memang pesta demokrasi," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Jokowi-Ma'ruf bersama- sama dengan segenap tim sukses telah merancang bentuk kampanye terbuka ke depan, yakni dengan mengombinasikan karnaval kebudayaan dengan orasi politik.

"Bukan hanya diisi orasi-orasi politik ya. Pengenalan sebagai seni budaya daerah itu penting," katanya.

Baca juga: Naik Kereta Kuda, Jokowi Hadiri Kampanye Terbuka Perdana di Serang

Salah satunya ketika Jokowi menghadiri kampanye terbuka perdana di Serang, Banten. Untuk menuju lokasi acara, ia datang menggunakan kereta kuda diiringi dengan ragam budaya khas Provinsi Banten.

Ia berharap, cara kampanye demikian bisa memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

Kompas TV Dalam deklarasi ini Jokowi berharap target suara besar di Yogyakarta mencapai 70 persen, ia mengajak pendukungnya untuk bekerja keras untuk mencapai target itu. Jokowi juga berbicara soal dirinya yang banyak menghabiskan waktu di Yogyakarta terutama saat menempuh pendidikan. #JokoWidodo #Yogyakarta #Pilpres2019

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Nasional
Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Nasional
Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Nasional
Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Nasional
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X