Fadli Zon Harap Selandia Baru Beri Hukuman Maksimal pada Teroris Christchurch

Kompas.com - 17/03/2019, 10:17 WIB
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Pemerintah Selandia Baru mengusut tuntas kasus penembakan di 2 masjid di Christcurch, Selandia Baru. Fadli juga berharap pemerintah setempat bisa memberikan hukuman maksimal kepada teroris.

"Kita meminta kepada Pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas serta memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku teror," ujar Fadli melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Fadli mengatakan, seharusnya Pemerintah Selandia Baru bisa menjamin keamanan warga muslim yang tinggal di sana. Baik yang merupakan warga Selandia Baru maupun pendatang.

Baca juga: Korban Tewas Serangan Teror di Masjid Selandia Baru Jadi 50 Orang

Dia mengecam aksi penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Linwood pada saat shalat jumat berlangsung. Menurut dia, tindakan teror ini merupakan puncak propaganda Islamophobia di negara-negara barat.

"Umat muslim Indonesia akan berdiri tegak bersama umat muslim Selandia Baru, dan juga seluruh masyarakat Selandia Baru, dalam melawan segala bentuk tindakan terorisme dan penyebaran kebencian," kata dia.

Fadli juga mengucapkan belasungkawa untuk korban kejadian ini. Khususnya untuk warga negara Indonesia yang turut menjadi korban. Fadli mengapresiasi reaksi cepat Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia di Wellington dalam merespons kejadian ini. Dia meminta Pemerintah Indonesia tetap mengeluarkan upaya terbaiknya untuk melindungi WNI di sana.

"Pemerintah harus memberikan bantuan untuk membantu, mengevakuasi, dan menyelamatkan warga Indonesia yang menjadi korban, serta bantuan kemanusiaan lain yang diperlukan," kata Fadli.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X