Kompas.com - 13/03/2019, 19:26 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/12/2018).  KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/12/2018).
|
Editor Krisiandi

JJAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Viva Yoga Mauladi menyatakan, pihaknya tetap optimistis Prabowo-Sandiaga bakal menang di Pilpres 2019 meskipun diprediksi tak unggul pada sejumlah survei.

Optimisme itu hadir lantaran besarnya antusiasme masyarakat menyambut kehadiran Prabowo dan Sandiaga di sejumlah daerah.

"BPN masih optimistis, masih ada sisa waktu karena kami melihat fenomena yang terjadi, adanya kesadaran politik masyarakat, adanya respons dari masyarakat terhadap pasangan 02. Bisa melihat bagaimana antusiasme mereka," kata Viva saat ditemui di Hotel Milenium, Jakarta, Selasa (13/3/2019).

Baca juga: Prabowo: Saya Kumpulkan Pakar Terbaik Akan Buat Mobil, Motor, Kapal, Pesawat Terbang Buatan Indonesia

"Ketika pasangan 02, Pak Prabowo dan Mas Sandi hadir di tengah-tengah masyarakat. Seperti yang terjadi dalam beberapa minggu ini, kawan-kawan bisa lihat," kata Viva lagi.

Ia menambahkan antusiasme terbesar datang dari pemilih muslim. Karena itu ia menganggap sambutan yang besar dari para pemilih muslim kepada Prabowo-Sandiaga merupakan kebangkitan populisme Islam.

Namun ia memastikan kebangkitan populisme Islam dari pendukung Prabowo tak mengarah ke ekstremisme dan radikalisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah merupakan bagian dari kebangkitan populisme Islam yang tidak mengarah ke ekstremisme atau radikalisme seperti yang ada di Arab Spring, tetapi konteks Indonesia," ujar Viva.

"Kebangkitan populisme Islam itu mengarahnya kepada peningkatan kesadaran hidup beragama. Dan itu membawa coattail efect terhadap peningkatan elektoral pasangan 02," lanjut politisi PAN itu.

Baca juga: Prabowo-Sandiaga Ingin Turunkan Stunting dengan Gerakan Emas

Diketahui, sebelumnya empat lembaga survei yang mengeluarkan gambaran elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

1. Survei SMRC pada 24-31 Januari 2019, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 54,9 persen dan Prabowo-Sandiaga memperoleh 32,1 persen.

2. Survei LSI Denny JA pada Februari 2019, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 58,7 persen dan Prabowo-Sandi memperoleh 30,9 persen.

3. Survei Cyrus Network pada 18 hingga 23 Januari 2019, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 57,5 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 37,2 persen.

4. Survei Populi Center pada 20-27 Januari 2019, Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,1 persen dan Prabowo-Sandi 31 persen.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penonton PON XX Papua 2021 Dibatasi 25 Persen dari Kapasitas

Penonton PON XX Papua 2021 Dibatasi 25 Persen dari Kapasitas

Nasional
Batasi Pelaku Perjalanan Internasional, Pintu Masuk Udara Hanya Via Jakarta dan Manado

Batasi Pelaku Perjalanan Internasional, Pintu Masuk Udara Hanya Via Jakarta dan Manado

Nasional
Luhut Klaim Penanganan Pandemi di Indonesia Dapat Penghargaan dari Banyak Negara

Luhut Klaim Penanganan Pandemi di Indonesia Dapat Penghargaan dari Banyak Negara

Nasional
Ini 10 Daerah yang Masih Terapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali

Ini 10 Daerah yang Masih Terapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali

Nasional
Luhut: Kasus Harian Covid-19 Turun 98 Persen dari Puncaknya

Luhut: Kasus Harian Covid-19 Turun 98 Persen dari Puncaknya

Nasional
Luhut Soroti Rendahnya Cakupan Vaksinasi Covid-19 terhadap Lansia

Luhut Soroti Rendahnya Cakupan Vaksinasi Covid-19 terhadap Lansia

Nasional
Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

Nasional
Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

Nasional
PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

Nasional
Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

Nasional
UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

Nasional
Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

Nasional
Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.