Sandiaga Sebut Tes Baca Al Quran Permainan Politik Identitas

Kompas.com - 01/01/2019, 11:45 WIB
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dalam acara peresmian Seknas Prabowo-Sandi Jalan Adi Soemarmo No 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (30/12/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANICawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dalam acara peresmian Seknas Prabowo-Sandi Jalan Adi Soemarmo No 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (30/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan,  tes baca Al-Quran untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden dinilai sebagai permainan politik identitas. Ia kemudian menyarankan lebih baik berdiskusi tentang ekonomi dibandingkan polemik soal keislaman di antara capres-cawapres.

"Ini adalah permainan politik identitas. Lebih baik isu ekonomi saja, luangkan waktu untuk diskusi bagaimana negeri yang kaya raya ini dengan sumber daya manusia melimpah bisa lebih diprioritaskan," kata Sandiaga di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Sandiaga menjelaskan, dirinya bersama Prabowo ingin fokus saja pada pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk mengangkat ekonomi rakyat lewat peluang usaha yang terbuka.

Baca juga: Sandiaga: Mengangkat Isu di Luar Ekonomi adalah Upaya Memecah Belah


"Peluang usaha kemudian mendapatkan pekerjaan, nah itu yang jadi fokus kita. Jadi saya sikapi ini dengan tentunya ya dalam kontestasi politik," ucapnya kemudian.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan supaya digelar tes baca Al-Quran untuk paslon pilpres 2019. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak, tes itu bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman di antara capres-cawapres.

Namun, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengatakan, tes baca Al-Quran untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menjadi syarat pencalonan pilpres. Hal itu juga tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Ilham menambahkan, suatu organisasi bisa saja menggelar suatu tes untuk pasangan calon. Namun, paslon tidak wajib menghadiri tes tersebut.

Baca juga: KPU Sebut Tes Baca Al-Quran Tak Jadi Syarat Pencalonan Presiden

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X