Sandiaga: Mengangkat Isu di Luar Ekonomi adalah Upaya Memecah Belah

Kompas.com - 01/01/2019, 08:58 WIB
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno memakai kaus berlogo SandiUno ketika menemui komunitas basket di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANICalon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno memakai kaus berlogo SandiUno ketika menemui komunitas basket di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai pihak yang memunculkan isu di luar ekonomi dalam perdebatan Pilpres 2019 sedang berupaya memecah belah masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat ditanya tanggapannya mengenai pernyataan cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin yang menyatakan Presiden Joko Widodo orang baik karena tak pernah menculik dan membunuh.

Diketahui, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus kerap disebut namanya dalam penculikan sejumlah aktivis di era Orde Baru.

"Pak Prabowo selalu diserang dengan isu-isu yang muncul tiap lima tahun sekali. Kami ingin bahwa diskursus kita fokusnya di ekonomi," ujar Sandiaga saat ditemui di Masjid At Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).

Baca juga: Sandiaga Optimistis Elektabilitas akan Meningkat Usai Debat

"Semua isu yang diangkat, yang di luar, apa lagi yang menyerang seperti itu, yang di luar diskursus ekonomi menurut kami adalah upaya untuk membawa pilpres ini ke arah pemecahbelahan. Kita harus fokusnya di ekonomi aja," kata Sandiaga lagi.

Sandiaga lantas menyinggung kondisi perekonomian sekarang yang menurut dia jauh dari ideal. Ia juga mempertanyakan sejumlah kebijakan pemerintah yang menurut dia belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun meminta semua pihak menghargai pesta demokrasi lima tahunan ini dengan mengedepankan isu ekonomi untuk dijadikan perdebatan.

"Aakah negeri yang kaya raya ini apakah sudah dikelola dengan baik? Apakah sudah diurus dengan baik? Apakah fokus pembangunan ini sudah menghargai, menghadirkan kesejahteraan buat rakyat, buat biaya hidup, peluang lapangan pekerjaan dan lain sebagainya?" lanjut dia.

Baca juga: Sandiaga: 2019 Fokusnya Jangan Lagi Bangun Infrastruktur yang Bebani Utang

Sebelumnya saat berceramah dalam acara istighosah dan doa bersama untuk bencana tsunami Selat Sunda di Pesantren Manlu Menes, Pandeglang, Sabtu (29/12/2018), Ma'ruf memuji kinerja Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Menurut dia, Jokowi selama memimpin banyak menghasilkan capaian-capaian keberhasilan melalui pembangunan infrasruktur dan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ma'ruf lantas mengatakan selama menjalankan pemerintahan, Jokowi tidak pernah membunih, menculik, dan menganiaya orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X