Masyarakat Diimbau Tak Rayakan Tahun Baru di Puncak Gunung Gamalama

Kompas.com - 30/12/2018, 11:34 WIB
Gunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, meletus pada Kamis (4/10/2018) pada pukul 11.52 WIT. Gunung mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 250 meter dari puncak awal. Abu vulkanik terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate. dok Magma IndonesiaGunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, meletus pada Kamis (4/10/2018) pada pukul 11.52 WIT. Gunung mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 250 meter dari puncak awal. Abu vulkanik terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate.
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak merayakan Tahun Baru 2019 di puncak Gunung Gamalama di Tarnate. Itu lantaran gunung berapi tersebut masih dalam status waspada atau level II. 

"Dengan status Waspada itu maka masyarakat tidak boleh mendekati minimal 1,5 kilometer dari kawah gunung," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama Darno Lamane di Ternate, Minggu (30/12/2018), seperti dilansir Antara.

Imbauan itu disampaikan menyusul adanya masyarakat, termasuk wisatawan yang ingin menyambut malam Tahun Baru 2019, di puncak Gunung Gamalama.

Mereka ingin menyaksikan terbitnya matahari pada 1 Januari 2019 dari puncak gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu.

Menurut Darno, berada di puncak Gunung Gamalama dalam status Level II sangat berbahaya, karena tidak tertutup kemungkinan aktivitas vulkanik gunung itu tiba-tiba meningkat.

Apalagi krakteristik aktivitas perubahan vulkanik Gunung Gamalama sangat cepat. 

Selama ini, kata Darno Lamane, tidak jarang masyarakat yang mendaki di Gunung Gamalama mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, karena mereka ketika mendaki tidak memperhatikan larangan dari instansi terkait.

Baca juga: 1 Jam Sebelum Erupsi Gunung Gamalama, PVMBG Rekam 8 Gempa Vulkanik

Hal lain yang harus menjadi perhatian bagi masyarakat terkait Gunung Gamalama adalah musim penghujan yang saat ini melanda Ternate. Jika hujan lebat, akan sangat berbahaya bagi masyarakat yang berada di puncak gunung Gamalama.

Ia juga mengimbau masyarakat Ternate, terutama yang berada di bantaran kali alur aliran lahar dingin Gunung Gamalama untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin saat hujan turun dengan intensitas lebat. Terutama jika hujan itu turun di Gunung Gamalama.

Banjir lahar dingin Gunung Gamalama pernah terjadi pada 2012 yang mengakibatkan belasan warga meninggal. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X