Staf AirAsia Diskors Perusahaan Setelah Ikut Jemput Eddy Sindoro

Kompas.com - 20/12/2018, 13:25 WIB
Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/12/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati mengaku dikenakan skors oleh perusahaannya.

Shinta diberikan sanksi setelah dia membantu penjemputan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

Hal itu dikatakan Shinta saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Shinta bersaksi untuk terdakwa Lucas yang didakwa menghalangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

"Salah satu alasannya, saya diskors karena menerima uang," ujar Shinta kepada majelis hakim.

Baca juga: Staf AirAsia Berikan Topi dan Kacamata Hitam kepada Eddy Sindoro

Dalam membantu penjemputan Eddy Sindoro di Bandara Soekarno-Hatta pada Agustus 2018, Shinta menerima uang Rp 20 juta.

Uang tersebut diterima Shinta dari Ground staff AirAsia Dwi Hendro Wibowo.

Selain karena menerima uang, Shinta diskors karena tidak memberitahu atasannya sebelum membantu Eddy Sindoro. Shinta baru memberitahu atasan setelah menjemput Eddy.

Ketiga, menurut Shinta, dia dianggap melanggar prosedur dalam menangani penumpang VIP.

Baca juga: Lucas Berikan 46.000 Dollar Singapura ke Staf Riza Chalid untuk Akomodasi Eddy Sindoro

Dalam kasus ini, Lucas didakwa menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Lucas diduga membantu pelarian Eddy ke luar negeri.

Menurut jaksa, Lucas menyarankan Eddy Sindoro yang telah berstatus tersangka agar tidak kembali ke Indonesia.

Lucas juga mengupayakan supaya Eddy masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, tanpa pemeriksaan petugas Imigrasi.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Lucas meminta bantuan Dina Soraya. Kemudian, Dina meminta bantuan sejumlah pegawai di bandara, termasuk Bowo dan Shinta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Regional
Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Nasional
Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Regional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

Regional
Program 'Digital Talent Scholarship 2019' Kominfo untuk Guru TIK

Program "Digital Talent Scholarship 2019" Kominfo untuk Guru TIK

Edukasi
Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Nasional
KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

Regional
Beasiswa Kominfo 'Digital Talent 2019' bagi SMK Disertai Uang Saku

Beasiswa Kominfo "Digital Talent 2019" bagi SMK Disertai Uang Saku

Edukasi
Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Nasional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

Regional
Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Internasional
Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Regional
Tangan Anak Terjepit di Eskalator Baywalk Mal, Begini Ceritanya...

Tangan Anak Terjepit di Eskalator Baywalk Mal, Begini Ceritanya...

Megapolitan
Dua Saudari Asal Arab Saudi Berharap Bisa Pergi ke Negara Ketiga

Dua Saudari Asal Arab Saudi Berharap Bisa Pergi ke Negara Ketiga

Internasional
Perancis Kirim Empat Tank dan 300 Tentara ke Estonia

Perancis Kirim Empat Tank dan 300 Tentara ke Estonia

Internasional

Close Ads X