Presiden Minta ICMI Beri Pencerahan Publik soal Pentingnya Persatuan - Kompas.com

Presiden Minta ICMI Beri Pencerahan Publik soal Pentingnya Persatuan

Kompas.com - 06/12/2018, 23:48 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (6/12/2018). ANTARA FOTO/Ardiansyah/kye.ANTARA/ARDIANSYAH Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (6/12/2018). ANTARA FOTO/Ardiansyah/kye.

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia maupun organisasi kemasyarakatan Islam lainnya ikut berperan menjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan di tahun politik seperti sekarang ini.

"Negara ini berbeda-berbeda, warna-warni baik suku, ras, agama, adat dan tradisi yang memiliki bahasa daerah dan semuanya itu berbeda-beda," katanya di Bandarlampung usai membuka Silaknas ke-28 ICMI, Kamis (6/12/2018) malam, seperti dikutip Antara.

Perbedaan tersebut, kata Jokowi, harus bisa mempersatukan. Presiden mengatakan, di tahun politik seperti saat ini, ICMI dan ormas Islam lain memiliki peran yang sangat sentral untuk mempersatukan.

ICMI, kata Kepala Negara, bisa memberikan pencerahan terutama kepada masyarakat mengenai pentingnya kerukunan, persatuan dan persaudaraan di tengah suasana politik yang memanas menjelang pemilu.


"Peran-peran seperti itu yang kita harapkan dan bisa menjelaskan secara gamblang betapa pentingnya persatuan, persaudaraan dan kerukunan di antara kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, ICMI merupakan organisasi tempat berkumpulnya para cendekiawan muslim. Untuk itu, Jokowi meminta ICMI terlibat mencari solusi dalam permasalahan bangsa.

Baca juga: Bukan Sepeda yang Dibagikan Jokowi, tetapi...

"ICMI tempat berkumpulnya orang hebat. Karena itu diharapkan dapat berperan dalam masalah kebangsaan terutama masalah yang besar," ujarnya.

Presiden membuka Silaknas ke-28 ICMI di Gedung Mahligai Agung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL).

Silaknas kali ini dihadiri 1.000 peserta dari ICMI seluruh Indonesia. Hadir pula perwakilan Ikatan Cendikiawan Muslim Asia Tenggara (ICMA) dari 11 negara.


EditorKrisiandi
SumberAntara

Close Ads X