Meski Diserang, Ma'ruf Amin Minta Tim Suksesnya Tak Membalas

Kompas.com - 06/12/2018, 20:14 WIB
Cawapres no urut 1 KH Maruf Amin (kanan) didampingi moderator Hadi Ahdiana (kiri) memberi paparan saat Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Golkar-Jokowi (Go Jo) di Ponpes Annawawi Tanara, Serang, Banten, Minggu (30/9). Bila terpilih, Maruf Amin bertekad untuk merealisasikan gagasan-gagasannya dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan dan pedesaan antara lain dengan memberdayakan jaringan pondok-pondok pesantren. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Cawapres no urut 1 KH Maruf Amin (kanan) didampingi moderator Hadi Ahdiana (kiri) memberi paparan saat Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Golkar-Jokowi (Go Jo) di Ponpes Annawawi Tanara, Serang, Banten, Minggu (30/9). Bila terpilih, Maruf Amin bertekad untuk merealisasikan gagasan-gagasannya dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan dan pedesaan antara lain dengan memberdayakan jaringan pondok-pondok pesantren.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyatakan cawapres yang diusungnya berpesan agar menanggapi berbagai serangan dengan kampanye damai.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pernyataan Bahar bin Smith yang diduga mengandung unsur hinaan terhadap capres yang mereka usung, Presiden Joko Widodo.

"Saya juga tanya ke Kiai (Ma'ruf), kalau serangan yang menghujat itu bagaimana? Kata Kiai, kami tetap kepada jalan kami. Jalan politik yang berkeadaban, jalan politik yang merangkul. jalan politik yang saling mengayomi dan saling menjaga," kata Hasto usai menemui Ma'ruf di kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Dianggap Hina Presiden Jokowi, Bahar bin Smith Dilaporkan ke Polisi

Hasto bahkan mengatakan banyak pihak yang awalnya menyerang Jokowi-Ma'ruf namun pada akhirnya memilih mendukung.

Hasto menambahkan, Ma'ruf mendoakan semua pihak termasuk yang menyerang Jokowi-Ma'ruf dengan berbagai cercaan agar mendapat kebaikan.

"Intinya sesama kiai itu kan semua rakyat Indonesia, ya jadi kata beliau 'saya doakan semuanya, agar bangsa ini baik'," ujar Hasto menirukan ucapan Ma'ruf.

Kasus Bahar bin Smith


Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kasus dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan oleh Bahar bin Smith telah masuk dalam tahap penyidikan.

"Untuk kasus ini sudah naik (tahap) penyidikan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

Argo menyebutkan, naiknya status kasus ke tahap penyidikan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi atas laporan tersebut.

"Sehingga kami mau mencari, keterangan-keterangan kan sudah kami ketahui ya. Saksi-saksi sudah, saksi ahli sudah. Kami sudah naikkan ke (tahap) penyidikan, kami baru mencari siapa pelakunya," ujar Argo.

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Bahar bin Smith ke Polda Metro Jaya, Rabu (28/11/2018). Laporan tersebut terkait viralnya ceramah Bahar di media sosial yang dianggap telah menghina dan merendahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ceramah itu disampaikan Bahar di Palembang, Sumatera Selatan.

Muannas mempermasalahkan kalimat Bahar yang dinilai telah menghina Presiden Jokowi. Menurut Muannas, kalimat Bahar dalam ceramahnya itu tak pantas ditujukan kepada seorang Presiden.

Bahar diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

BPN Kalbar: Penghitungan 'Real Count' Masih Belum Selesai

BPN Kalbar: Penghitungan "Real Count" Masih Belum Selesai

Regional
Cara Anies 'Paksa' Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Cara Anies "Paksa" Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Megapolitan
Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Regional
Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Regional
Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Nasional
3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

Megapolitan
BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

Regional
Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Megapolitan
Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Megapolitan
'Real Count' BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

"Real Count" BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

Regional
3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

Regional
Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Internasional
Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Nasional
Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Megapolitan
'Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?'

"Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?"

Nasional

Close Ads X