Kongres Kebudayaan 2018 Siap Digelar Rabu Pekan Ini

Kompas.com - 03/12/2018, 22:16 WIB
Direktur Jenderal Kebudayaan Mendikbud Hilmar Farid, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Pemerintah tengah mulai langkah-langkah menyusun Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan usai disahkannya UU Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Direktur Jenderal Kebudayaan Mendikbud Hilmar Farid, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Pemerintah tengah mulai langkah-langkah menyusun Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan usai disahkannya UU Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Kongres Kebudayaan Indonesia pada Rabu (5/12/2018) hingga Minggu (9/12/2018), di Kompleks Kemendikbud, Jakarta.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, kongres digelar demi tiga hal, yakni wadah pembuat kebijakan bagi Kemendikbud, arena belajar bagi peserta dan mewujudkan ruang terbuka bagi publik.

Dalam hal pembuatan kebijakan, saat ini sudah masuk 296 pokok pikiran kebudayaan daerah yang dihimpun dari 514 kota/ kabupaten di Indonesia.

"Jujur saja, ini melampaui target awal kita," ujar Hilmar sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi.

Baca juga: Yogyakarta, Kota Kebudayaan ASEAN Periode 2018 hingga 2020

Kongres akan menghasikan resolusi kebudayaan hasil godokan pokok pikiran kebudayaan yang dihimpun dari daerah-daerah.

Resolusi itulah yang akan diserahkan ke berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam bidang kebudayaan.

"Jadi, kami mengharapkan supaya hasil dari kongres nanti kongkret dan nyata," ujar Hilmar.

Sementara sebagai arena belajar, pihak panitia telah menyiapkan sejumlah acara di sela kongres, yakni diskusi dengan mendatangkan narasumber kompeten dari berbagai bidang keilmuan dan profesi. Digelar pula debat publik dan pidato kebudayaan.

Adapun, sebagai ruang terbuka bagi publik, panitia juga akan menggelar sejumlah kegiatan yang dianggap bisa menambah wawasan hingga memfasilitasi peserta kongres untuk memperkuat dan memperluas jejaring.

Sejumlah kegiatan lain yang akan diadakan, yakni menghadirkan manuskrip karya sastra dan tradisi lisan yang berkembang di Tanah Air dan mengadakan pasar kuliner tradisional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menambahkan, animo masyarakat dalam kongres ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 2.300 peserta.

Baca juga: Jokowi: Jangan Sampai Indonesia Maju di Teknologi, tetapi Mundur dalam Kebudayaan

"Kami telah membuka pendaftaran peserta kongres secara online dan saat ini sudah terdaftar sekira 2.300 peserta yang akan mengikuti berbagai kegiatan kongres. Misalnya debat, pidato, kuliah umum dan lain-lain," ujar Sri.

Ia pun memastikan bahwa persiapan kongres sudah mencapai 80 persen. Sri yakin kongres dapat berjalan optimal dan berkualitas.

Rencananya, kongres ditutup dengan festival dan pawai budaya bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day. Akan hadir 2.400 penampil yang terdiri dari perwakilan 34 provinsi. Salah satu yang memastikan penampilannya, yakni sekitar para pesilat Tapak Suci.

Kompas TV Presiden Joko Widodo menanggapi wacana menghidupkan kembali mata pelajaran pendidikan moral pancasila yang tengah dikaji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut presiden dihidupkan kembali PMP untuk penguatan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden Jokowi menyebut segala hal yang berkaitan dengan Pancasila merupakan sesuatu yang penting untuk digali. Pasalnya hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Presiden memastikan kehadiran pendidikan moral pancasila nantinya akan diperbarui sesuai kebutuhan saat ini.

 



Close Ads X