Polisi: Pelaku Pembunuh Dufi Sudah Ada Niat untuk Kuasi Harta

Kompas.com - 23/11/2018, 07:31 WIB
Sejumlah warga mendatangi lokasi rumah kontrakan Nurhadi, terduga pelaku pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di  Kampung Bubulak, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2018).KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Sejumlah warga mendatangi lokasi rumah kontrakan Nurhadi, terduga pelaku pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Kampung Bubulak, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, tersangka pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, mantan jurnalis yang ditemukan tewas di dalam drum, dilandasi motif ekonomi.

Dedi menuturkan, para tersangka menghabisi Dufi lantaran ingin merampas dan memiliki barang berharga yang ia bawa.

Informasi soal ini didapatkan kepolisian setelah memeriksa dan mendapat keterangan dari pelaku yang membunuh Dufi.

“Sudah ada niat untuk memiliki hartanya Dufi. Dia (tersangka M) ngomong ke istrinya, ‘Dufi kayaknya orang kaya nih punya mobil, duitnya banyak minimal Dufi kalau kita ambil hartanya bisa menyelesaikan ekonomi kita’,” tutur Dedi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/11/2018).


Menurut Dedi, niat itu muncul saat tersangka melihat Dufi membawa sejumlah benda berharga, seperti mobil, ponsel, laptop, dan sejumlah uang.


Dedi menjelaskan, awalnya, almarhum Dufi ingin pergi ke rumah kontrakan pelaku. Kemudian, ia menghubungi pelaku dan membuat kesepakatan.

Saat ditanya apa hubungan pelaku dengan Dufi, Dedi menjawab hanya sebatas pertemanan.

“Ya berteman saja melalui media sosial langsung ketemu terus cocok ngobrol-ngobrol,” kata Dedi.

Selain M Nurhadi dan istrinya, polisi tengah mengejar dua tersangka lain.

Polisi, kata Dedi, sedang mengejar rekan tersangka M yang telah membantu mengangkat jasad Dufi ke dalam mobil. Orang yang membantu mengangkat jenazah Dufi itu pun ditetapkan tersangka dengan status masih buron.

“Yang satu membantu mengangkat korban yang satu penadah mobilnya Dufi,” kata Dedi.

Dengan demikian, terdapat empat tersangka dalam kasus pembunuhan ini.

Pembunuhan Dufi diketahui setelah jenazahnya ditemukan seorang pemulung berinisial SA di dalam drum di sebuah lahan kosong di kawasan Bogor, Jawa Barat, hari Minggu lalu.

Saat melihat kondisi jenazah, keluarga menduga Dufi tewas dibunuh. Dugaan tersebut diperkuat dengan hilangnya mobil yang diparkir Dufi di Stasiun Rawabuntu saat ia pergi kerja.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X