Kasus Novel Dinilai Berpotensi Dibawa ke Advokasi Internasional

Kompas.com - 01/11/2018, 14:29 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama istri aktivis HAM Munir, Suciwati di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018)DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama istri aktivis HAM Munir, Suciwati di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid berpendapat kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan tidak hanya menjadi persoalan dalam negeri. Kasus ini juga bisa mendapatkan perhatian dunia.

"Kasus Novel berpotensi besar untuk dibawa ke advokasi internasional," ujar Usman dalam diskusi yang digelar Wadah Pegawai KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Kamis (1/11/2018).

Sebab, kasus korupsi dan hak asasi manusia merupakan persoalan yang menjadi perhatian negara-negara luar. Kata Usman, Novel sebagai penyidik KPK diserang saat sedang memberantas kasus-kasus korupsi. Hal ini pasti akan mendapatkan dukungan dari dunia internasional.

Baca juga: Novel Baswedan: Kalau Presiden Takut Mengungkap, Saya Sangat Sedih

"Mereka ingin memastikan bahwa agenda ini juga berjalan. Apalagi korupsi dan hak asasi manusia adalah agenda yang juga dipantau dunia internasional," kata Usman.

Hari ini menjadi hari ke-500 setelah kejadian penyiraman air keras terhadap Novel. Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu.

Sejak saat itu, Novel fokus menjalani serangkaian operasi guna penyembuhan matanya.

Proses penyembuhan juga dilakukan di rumah sakit yang berada di Singapura.

Baca juga: Novel Baswedan: Bukan Hanya Saya yang Diserang di KPK

Menurut hasil diagnosis dokter yang merawatnya pada waktu itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan 100 persen. Sementara, mata kanan Novel mengalami kerusakan 50 persen akibat air keras yang disiram ke matanya.

Sejumlah aktivisi antikorupsi sendiri telah mendesak Jokowi untuk membentuk tim independen dalam penanganan kasus tersebut.

Apalagi, kasus itu telah berlalu tanpa ada satu pun pelaku yang ditangkap polisi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X